Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) mengumumkan empat kerjasama penelitian Partnerships for Enhanced Engagement in Research (PEER) antara ilmuwan Indonesia dan Amerika. Dengan pelaksana U.S. National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine, empat hibah penelitian ini akan mengumpulkan data yang dapat dijadikan masukan untuk menyusun kebijakan dan mengambil keputusan pengelolaan dalam bidang: restorasi gambut, pendidikan Sains, Teknologi, Teknik dan Matematika (STEM); perubahan lingkungan dan bencana alam di daerah metropolitan; dan pengelolaan stok ikan tuna.

“Amerika Serikat merasa bangga dapat mendorong penelitian paling mutakhir antara ilmuwan Indonesia dan Amerika,” demikian kata Pelaksana Tugas Direktur USAID Ryan Washburn. “USAID percaya bahwa dengan kekuatan sains, teknologi, inovasi, dan kemitraan, kita dapat mengembangkan solusi terobosan untuk mengatasi berbagai permasalahan global yang paling menantang.”

Empat hibah penelitian berikut akan meneliti tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia saat ini:

  • Tema Penelitian: Mengembangkan Keragaman Agroforestri di Lahan Gambut yang Telah Dibasahi Kembali di Indonesia

Peneliti Utama: Dr. Sonya Dewi

Mitra Indonesia: (1) Center for International Forestry Research (CIFOR), Forest Research and Development Centre (FRDC); (2) Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan; dan (3) Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya (UPR)

Mitra dari AS: Randall Kolka

Lembaga ASUSDA Forest Service Northern Research Station

  • Tema PenelitianIntegrated Science-Literacy Enactments(ISLE) dalam Pengajaran Sains Terpadu untuk Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Memberikan Pendidikan STEM

Peneliti Utama: Dr Irwandi

Mitra Indonesia: Universitas Syiah Kuala

Mitra dari AS: Eugenia Etkina

Lembaga ASGraduate School of Education, Rutgers, The State University of New Jersey

  • Tema Penelitian: Meneliti Struktur Stok Ikan Tuna di Wilayah Sulu Sulawesi

Peneliti Utama: Dr. Ida Ayu Astarini

Mitra Indonesia: Universitas UDAYANA dan BIONESIA

Mitra dari AS: Allen Collins

Lembaga ASNational Systematics Lab of NOAA’s Fisheries Service, and Smithsonian Institution

  • Tema Penelitian: Mengintegrasikan Strategi Adaptasi Perubahan Iklim dan Strategi Pengurangan Risiko Bencana ke dalam Aglomerasi Kebijakan untuk Perencanaan Kota Metropolitan di Daerah Pesisir

Peneliti Utama: Dr. Harkunti Pertiwi Rahayu

Mitra Indonesia: Institut Teknologi Bandung

Mitra dari AS: Louise K. Comfort

Lembaga AS: University of Pittsburgh

Program hibah PEER kali ini merupakan siklus yang ke-enam. Empat hibah penelitian dari Indonesia diseleksi dari 450 proposal yang diajukan dari seluruh dunia pada tahun ini.

Siklus pendanaan USAID PEER tahun 2017 juga telah dibuka dan saat ini menerima proposal. Peminat diharapkan mengajukan proposal penelitian yang dapat mengatasi kesenjangan pengetauan ilmiah dan berbagai bidang utama pembangunan di Indonesia. Untuk siklus ke-tujuh, hibah PEER akan diberikan kepada pemenang terpilih dengan jangka waktu penelitian hingga dua tahun dan dana hingga 200.000 dolar. Batas waktu penyerahan proposal adalah 12 Januari 2018.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang hibah USAID PEER, kunjungi http://sites.nationalacademies.org/PGA/PEER/PGA_181417

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi USAID Communications Officer Janice Laurente di +62 (21) 3435-9000 atau jlaurente@usaid.gov.