kabari flag 2
 
 
 Web  Majalah Kabari 
 
K-Video: Doli Pulungan Tuntut Pemerintah AS 20 Juta Dollar (Bag II)
Rate This Article:
3
Credit - KabariNews.com
Doli Syarief Pulungan
ABOUT THE AUTHOR

Sejak 26 September 2007, Doli resmi meringkuk di tahanan. Tuduhan yang dikenakan termasuk berat, yakni melakukan penyelundupan senjata secara ilegal. Menurut data Pengadilan Negeri Wisconsin, Doli dianggap berupaya membeli pembidik merek Leupod Mark 4 CQ/T sebanyak 100 buah. “Saya ini dianggap setengah teroris, karena katanya mau selundupkan senjata, dari mana saya punya uang?” bantah Doli.

Selama menghadapi tuntutan, Doli diberi pilihan membayar pengacara sendiri atau disediakan pengacara gratis oleh negara. “Kalau mau bayar pengacara, harganya 100.000 USD, wah saya tidak punya uang sebanyak itu,” ungkap Doli.

Jadi Imam di Penjara

Hari itu, Doli diperiksa oleh pihak kepolisian dan juga FBI selama sehari penuh. Usai diperiksa dirinya lalu ditempatkan di Monroe County Jail, Wisconsin. Di penjara itu, Doli menginap satu malam sebelum ditransfer ke Madison  County Jail, yang masih berada di Wisconsin.

Setelah memasuki minggu kedua di di penjara, Doli baru bisa mengabarkan kepada keluarganya di Jakarta perihal kasus yang memimpa dirinya. Kabar ini pun tak bisa langsung disampaikan Doli, melainkan lewat rekan bisnisnya.

“Saya betul-betul tidak bisa apa-apa waktu itu, ini pengalaman pertama saya di penjara, saya shock,” kata Doli sembari mengatakan dirinya memilih memakai pengacara gratis yang disediakan pemerintah Amerika Serikat.

Usaha Doli untuk terbebas dari segala tuntutan bukan perkara mudah, meskipun Doli bersikeras pengadilan tak punya barang bukti bahwa dirinya ingin mengimpor barang militer. Tetap saja, dirinya ditahan dan diadili.

Sehabis peristiwa 911, pemerintah  Amerika memang melakukan pengawasan ketat terhadap hal-hal yang berbau terorisme termasuk di dalamnya jual beli senjata. Padahal Doli menyanggah, bahwa teropong atau pembidik bukan termasuk barang militer.

“Teropong itu ya teropong, bukan senjata, bukan bom, dia tidak bisa membunuh, masak itu disebut barang militer? Kalau itu disebut barang militer, berarti gelas, sendok yang dipakai tentara  untuk makan dan ngopi, termasuk barang militer juga?” sergah Doli.

Tapi apa mau dikata, pemerintah Amerika lewat pengadilan Madison tetap menahan dan mengadili Doli.

Selama di penjara Madison  County Jail, Doli mengaku mempelajari tatacara peradilan Amerika termasuk  hukum dan undang-undangnya. “Gara-gara di penjara, saya jadi tahu bagaimana hukum Amerika itu bekerja,” kata Doli.

Selain itu, Doli juga mulai menekuni agama. Sebagai seorang muslim, selama di penjara dia mengaku mendekatkan diri pada Tuhan. Shalat lima waktu tak pernah ditinggalkannya. Begitu juga dengan shalat malam atau shalat tahajud.

“Bayangkan, di dalam penjara apa yang bisa saya lakukan selain baca shalat, zikir dan berdoa?” kata Doli dengan suara pelan.

Setiap malam saat sedang tahajud Doli hanya bisa menangis. “Saya teringat sanak keluarga di Jakarta, saya merasa kasihan dengan mereka karena saya tinggalkan dalam keadaan begitu,” ujar Doli lirih.

Hari-hari di penjara lebih banyak Doli habiskan untuk merenung dan mendekatkan diri kepada Tuhan. “Saya betul-betul pasrah,  saya tak ingin apa-apa, semuanya saya pasrahkan kepada Tuhan, terserah Dia, ” ujar Doli.

Namun di saat kepasrahan itu memuncak, Doli justru mengaku merasa memiliki kekuatan. Kekuatan untuk bertahan menghadapi cobaan. Doli lalu lebih sering tenggelam dalam zikir dan sering berdiskusi dengan sesama tahanan muslim lainnya.

“Setiap jumat saya saya memimpin shalat jumat dan khotbah dalam bahasa Inggris loh,” kata Doli tersenyum.

Doli juga menggambarkan suasana penjara Madison County Jail seperti di rumah sakit kelas tiga. Tempatnya bersih, fasilitasnya lengkap, ada perpustakaan, ada ruang olah raga dan ada ruang kerja. “Semuanya memang enak, tapi tetap saja, yang namanya penjara, mana ada yang enak seperti penjaranya Ayin di Pondok Bambu,” kata Doli menyinggung berita penjara eksklusif Ayin di Rutan Pondok Bambu.



Nantikan kisah selanjutnya..


Untuk share artikel ini klik www.KabariNews.com/?34561

Untuk melihat Berita Indonesia / Kisah lainnya, Klik disini

Klik disini untuk Forum Tanya Jawab

Mohon beri nilai dan komentar di bawah artikel ini

______________________________________________________

Supported by :

 

 

 

 

Post A Comment
* Indicates required information
Comment Title:
* Comments:
Nickname:
* Validation:
Comments 3 comments for this article
Added: March 07, 2010. 04:07 PM GMT
Lho koq jadinya menyangkut agama, dasar pikiran nya negatif terus. kapan mau majunya.
THINK POSITIF........
Anonymous
Added: March 05, 2010. 09:53 PM GMT
Thanks to Allah
It's not fair that you are detained for false accusations. Thanks to Allah, you are treated well in U.S., got free lawyer, and chance to sue US Govt. for $ 20 Mill. Try to do this in Moslem Countries. You're dead!
Anonymous
Added: March 05, 2010. 07:45 PM GMT
true
I believe whatever he said, Hi, I'm a Christian but that don't mean nothing here in United states, I was locked up for 3 times without any wrong doing, it's all about money, trust me , but you know what That Carpenter ( Jesus Christ ) has the power and mysterious way to whom who believe in Him, it happened to me, no bullshit check the only indonesian who locked up 3 times in the state of Maryland. believe in your faith, it hepls and works.
Bb
Google