
| Rate This Article: | ||
|
Sejak 26 September 2007, Doli resmi meringkuk di tahanan.
Tuduhan yang dikenakan termasuk berat, yakni melakukan penyelundupan senjata
secara ilegal. Menurut data Pengadilan Negeri
Hari itu, Doli diperiksa oleh pihak kepolisian dan juga FBI
selama sehari penuh. Usai diperiksa dirinya lalu ditempatkan di Monroe County Jail,
Wisconsin. Di penjara itu, Doli menginap satu malam sebelum ditransfer ke Madison
County Jail, yang masih berada di
Setelah memasuki minggu kedua di di penjara, Doli baru bisa
mengabarkan kepada keluarganya di
“Saya betul-betul tidak bisa apa-apa waktu itu, ini pengalaman pertama saya di penjara, saya shock,” kata Doli sembari mengatakan dirinya memilih memakai pengacara gratis yang disediakan pemerintah Amerika Serikat.
Usaha Doli untuk terbebas dari segala tuntutan bukan perkara mudah, meskipun Doli bersikeras pengadilan tak punya barang bukti bahwa dirinya ingin mengimpor barang militer. Tetap saja, dirinya ditahan dan diadili.
Sehabis peristiwa 911, pemerintah Amerika memang melakukan pengawasan ketat terhadap hal-hal yang berbau terorisme termasuk di dalamnya jual beli senjata. Padahal Doli menyanggah, bahwa teropong atau pembidik bukan termasuk barang militer.
“Teropong itu ya teropong, bukan senjata, bukan bom, dia tidak bisa membunuh, masak itu disebut barang militer? Kalau itu disebut barang militer, berarti gelas, sendok yang dipakai tentara untuk makan dan ngopi, termasuk barang militer juga?” sergah Doli.
Tapi apa mau dikata, pemerintah Amerika lewat pengadilan
Selama di penjara Madison County Jail, Doli mengaku mempelajari tatacara peradilan Amerika termasuk hukum dan undang-undangnya. “Gara-gara di penjara, saya jadi tahu bagaimana hukum Amerika itu bekerja,” kata Doli.
Selain itu, Doli juga mulai menekuni agama. Sebagai seorang
muslim, selama di penjara dia mengaku mendekatkan diri pada Tuhan. Shalat
“Bayangkan, di dalam penjara apa yang bisa saya lakukan selain baca shalat, zikir dan berdoa?” kata Doli dengan suara pelan.
Setiap malam saat sedang tahajud Doli hanya bisa menangis. “Saya
teringat sanak keluarga di
Hari-hari di penjara lebih banyak Doli habiskan untuk merenung dan mendekatkan diri kepada Tuhan. “Saya betul-betul pasrah, saya tak ingin apa-apa, semuanya saya pasrahkan kepada Tuhan, terserah Dia, ” ujar Doli.
Namun di saat kepasrahan itu memuncak, Doli justru mengaku merasa memiliki kekuatan. Kekuatan untuk bertahan menghadapi cobaan. Doli lalu lebih sering tenggelam dalam zikir dan sering berdiskusi dengan sesama tahanan muslim lainnya.
“Setiap jumat saya saya memimpin shalat jumat dan khotbah dalam bahasa Inggris loh,” kata Doli tersenyum.
Doli juga menggambarkan suasana penjara Madison County Jail seperti di rumah sakit kelas tiga. Tempatnya bersih, fasilitasnya lengkap, ada perpustakaan, ada ruang olah raga dan ada ruang kerja. “Semuanya memang enak, tapi tetap saja, yang namanya penjara, mana ada yang enak seperti penjaranya Ayin di Pondok Bambu,” kata Doli menyinggung berita penjara eksklusif Ayin di Rutan Pondok Bambu.
Nantikan kisah selanjutnya..
Untuk melihat Berita Indonesia / Kisah lainnya, Klik disini
Klik disini untuk Forum Tanya Jawab
Mohon beri nilai dan komentar di bawah artikel ini
______________________________________________________
Supported by :
