Pungkas Tri Baruna telah berpulang, dari gunung salju di Alaska.
Tengah
malam hampir pagi Selasa di Los Angeles (8 Juli), tiba-tiba telepon
genggam saya yang tidak pernah dimatikan berdering. Ketika diangkat,
seorang mountain ranger dari Denali National Park,
Anchorage, Alaska, berbicara dengan bahasa yang jelas. Ia mengabarkan
tentang musibah yang menimpa Tim Ekspedisi Indonesia di Alaska, bahwa
Pungkas Tri Baruno (20 tahun) telah meninggal dunia dalam ekspedisi di
Kutub Utara itu.
Saya tahu bahwa Alaska bukan wilayah kerja KJRI Los Angeles. Tetapi karena hanya nomor saya yang sempat diperoleh sang Ranger
untuk dihubungi di dini pagi itu, saya tampung dulu semua informasi
yang disampaikannya, agar dapat segera saya teruskan kepada sejawat di
KJRI San Fransisco yang membawahi Alaska.
Segera
setelah itu, dengan informasi yang ada saya menghubungi sejawat yang
menangani bidang kekonsuleran (dan perlindungan WNI) di San Fransisco.
Walau dini pagi, segala yang perlu dan mungkin, segera dilakukan dan
dihubungi sejawat yang bertugas itu. Ia pun telah terbang langsung ke
Alaska. Dan sekarang ,informasi perkembangan musibah itu telah dapat
dimuat oleh media massa. Berita pers juga sudah disiarkan oleh Departemen Luar Negeri.
Pungkas telah berpulang, pukul 09.40 malam waktu Alaska, 7 Juli 2008.
Perasaan
saya terasa berkecamuk waktu dini pagi itu. Bayangkan, pemuda
Indonesia, yang dibesarkan di tanah tropis negeri kita, melakukan
ekspedisi ke gunung McKinley di Alaska, yang hanya ada salju dan salju.
Dingin.
Pungkas
memang berhasil menancapkan bendera Indonesia, merah putih, di puncak
gunung di negeri salju itu. Namun, sepertid diberitakan, ketika turun
ia mengalami pusing dan tidak sadarkan diri. Ia meninggal di ketinggian
5000 meter di atas permukaan laut.
Ketika hati ikut bangga atas prestasi Tim Ekspedisi Tunas Indonesia dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka itu, terasa pula duka belasungkawa yang dalam.
Juga,
bendera merah putih menjelang HUT Kemerdekaan RI ke-63 telah berkibar
di puncak gunung yang dikenal sebagai "Denali" atau "the Great One" di Alaska.
Dalam
usianya yang muda, semoga arwah Pungkas Tri Baruno mendapat tempat
terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggal menjadi tabah; dan
para sahabat dan seluruh anak bangsa ikut memanjatkan doa.
LA, 9 Juli 2008
Lihat juga Kolom-kolom Agusti Anwar