San Francisco: (415) 213-7323, Los Angeles (La Habra): (562) 383-2100

Lembar – Lembar Pelangi : Membangun Mimpi Anak- Anak Di Timur Indonesia

KabariNews - Bagi mereka yang tinggal perkotaan, mungkin tak terbayang bagaimana terbatasnya kondisi pendidikan di pelosok Indonesia. Lebih tak terbayang lagi, bagaimana bila ada orang kota yang terjun langsung ke pelosok negeri untuk membantu memperbaiki kondisi ini. Buku Lembar-Lembar Pelangi menyajikan kedua hal tersebut, sebagai sebuah potret pendidikan Indonesia Timur dengan beragam tantangan dan potensinya. Nila Tanzil menarikan jarinya di ujung pena untuk menceritakan pengalamannya mela...

Read more

Resensi Buku : The Life-Changing Magic of Tidying Up

KabariNews - Sejak dirilis tahun 2011, buku ini langsung menjadi buku terlaris di Jepang, Eropa serta Amerika dan menjadikan nama pengarang sekaligus konsultan penataan rumah, Marie Kondo, masuk daftar 100’s Most Influential People dari majalah Time tahun 2015. Buku ini sudah diterjemahkan dan dipublikasikan ke lebih dari 30 negara. Lalu apa yang menarik dari buku ini sehingga menjadi fenomena di berbagai negara? Menariknya karena buku yang memberi inspirasi untuk menata rumah ini selain inform...

Read more

Sejarah Jakarta Dalam Kata

KabariNews - Namanya banyak dikenal umum dari sejumlah buku tentang Jakarta yang ditulisnya, seperti buku mengenai sejarah Jakarta: Tempat-tempat Bersejarah di Jakarta, bibliografi mengenai sejarah Jakarta berjudul Sumber-sumber asli sejarah Jakarta, sejarah mengenai gereja dan masjid tua di Jakarta dan banyakl buku lainnya. Ya, dialah Adolf J. Heuken, S.J, seorang paderi katolik kelahiran Jerman yang kini menjadi warga negara Indonesia. Menulis sejarah baginya adalah sebuah kebutuhan dan has...

Read more

Indonesia International Book Fair 2015: Guest of Honor “Korea”

KabariNews - Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dan Korean Cultural Center Indonesia melakukan penandatangan Nota Kesepakatan Korea sebagai Guest of Honor Indonesia International Book Fair 2015. Penandatangan dilakukan di Ice Palace Lotte Shoping Avenue oleh Lucya Andam Dewi (Ketua Umum IKAPI) dan Rezky Seokgi Kim (Direktur Korean Cultural Center Indonesia). Setelah acara penandatangan, diluncurkan Indonesia International Book Fair 2015. Indonesia International Book Fair (IIBF) merupakan pameran...

Read more

Java Beat In The Big Apple

KabariNews - Jika ada satu kelompok musik asal Indonesia yang memainkan irama hip hop dengan lirik Jawa di Amerika Serikat. Terbilang hanya Jogya Hip Hop Foundation  (JHF) saja yang pernah manggung disana. Ya,  tak tangung-tanggung mereka melakukannya tidak hanya sekali, melainkan dua kali. Nah, di kali keduanya ini melalui Marzuki Mohamad a.k.a Kill The DJ yang tak lain adalah founder JFH, membukukan segala aktivitas tur JHF selama berada di Amerika Serikat dengan tiitle Java Beat In The Big Ap...

Read more

Suka Buku? Kunjungi Indonesia International Book Fair (IIBF) Pada 1-9 November 2014

KabariNews – Anda pencinta buku, datanglah ke Indonesia International Book Fair (IIBF). Perhelatan akbar perbukuan dan literasi yang diselenggarakan oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) ini bertempat di Istora Gelora Bung Karno tanggal 1-9 November 2014. IIBF 2014 diikuti oleh penerbit, toko buku, perpustakaan dan lembaga kebudayaan dari 11 negara, yaitu Indonesia, Saudi Arabia, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea, Tiongkok, Taiwan, Kanada, Pakistan, dan Mesir. IIBF 2014 memiliki arti yang sa...

Read more

K-Video: Green Card Dalam Sebuah Novel

Sekelumit kisah warga Indonesia di Negeri Paman Sam sepertinya tidak pernah habis untuk dikupas. Masih segar dalam ingatan pada awal tahun 2014 terbit buku Brigth Eyes karya Brea Olivia Salim yang mengisahkan Brea saat menimba ilmu di Phillips Exeter Academy (PEA). Pun beberapa tahun lalu terbit   buku perjalanan solo berlayar dari Amerika ke Indonesia karya Rob Rama Rambini dengan judul 10 Mil Berlayar Menemui Bunda,  Buku Fahzam Fadlil Mengejar Pelangi di Balik Gelombang, dan Ariane O. Putri d...

Read more

K-Video: Cerita Brea Dalam Kata

Kabari News - Hasratnya menggebu manakala banyaknya pengalaman hidup yang ingin dituliskan. Perjalanan yang  telah dilaluinya selama tiga tahun belajar di Philip Exeter Academy (PEA), Amerika Serikat menjadi semacam pemicu, Brea harus menuangkannya dalam sebuah buku. Hingga tiba saatnya,  jeda waktu setahun sebelum kembali menuntut ilmu di Amerika dimanfaatkannya untuk meracik kembali serpihan pengalamannya kata demi kata.  Alhasil buku pertamanya yang berjudul Bright Eyes pun tercipta dan sudah...

Read more