San Francisco: (415) 213-7323, Los Angeles (La Habra): (562) 383-2100

Video: Bayu Gawtama, Menolong Karena Ditolong

KabariNews - Membangun Sekolah Relawan sejak 4 tahun lalu merupakan cara Bayu Gawtama membalas jasa kepada orang-orang yang telah menolongnya. Bagi Gaw, hidupnya banyak dibantu orang. Karena itu, melalui Sekolah Relawan, ia ingin membantu orang lain. “Saya dari kecil, hidup saya banyak dibantu orang. Jadi saya bernazar, gue harus jadi orang, sukseslah berada. Sehingga gue bisa bantu orang lain. Jadi berbagi itu bukan karena kita kaya, tapi kita pernah merasakan atau berada di posisi yang sama...

Read more

Video: Bayu Gawtama: Kebaikan Ada Jalannya, Kebaikan Ada Pengikutnya

KabariNews - Perpisahan orangtua di saat balita mengajarkan arti hidup bagi Bayu Gawtama. Hidup yang sulit menjadikannya menjadi pribadi gigih. Tahun 2013, ia membangun Sekolah Relawan. Tak hanya itu, ia mengambil keputusan berani dengan memutuskan meninggalkan kemapanan karir. Bagaimana kisahnya? Cuaca yang cerah menyambut Kabari saat tiba di kantor Sekolah Relawan di daerah Depok, Jawa Barat. Tak lama menunggu, Bayu Gawtama tiba. “Tunggu sebentar ya,” ucapnya kepada Kabari. Pria yang akrab ...

Read more

Video: Football for Peace 2017

KabariNews - Memasuki tahun keempat Uni Papua berdiri, tahun ini digelar ajang Football for Peace 2017. Event ini merupakan pertama kalinya digelar di Indonesia. “Uni Papua dipercaya oleh Kemenlu untuk mengemas event yang sangat unik ini. Visi misi acara ini sama dengan Uni Papua, meminjam sepakbola untuk kampanye perdamaian. Sekaligus memperkenalkan Uni Papua kepada komunitas diplomatik dan ekspatriat. Jadi pesertanya mereka. Nah event ini sangat penting dan strategis untuk Uni Papua, Kemenlu d...

Read more

Video: Dari Papua untuk Indonesia ke Dunia

KabariNews - ‘Tuhan sudah mencukupi kebutuhan kita. Jadi sekarang kita coba mencukupi kebutuhan orang-orang di sekitar kita’. Kalimat ini menjadi kekuatan bagi Harry Widjaja yang kini memilih hidup untuk orang banyak melalui Uni Papua. Kepada Kabari, pria yang pernah bekerja di bank ini menceritakan momentum membangun Uni Papua. “Suatu hari di Biak, saya ngeliat masalah-masalah di Papua itu cukup membuat saya depresi. Kok ada di Indonesia, ada satu daerah yang disebut Papua, yang katanya kaya...

Read more

Video: Orangtua Bercerai, Nurrohim Lari Dari Rumah

KabariNews - Perceraian kedua orangtuanya membuat Nurrohim tumbuh menjadi anak berandal. Bahkan sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar, Boim panggilan akrabnya telah lari dari rumah. “Orangtua cerai waktu saya masih SD. Tiap minggu saya berurusan dengan kepolisian, berantem, berebutan lahan parkir di Tanah Abang. Tapi saya termasuk bersyukur, beruntung, di saat saya belum memahami dan membedakan yang baik dan benar, tapi kakek dan keluarga, mereka tetap perhatian dan menyayangi saya dalam ko...

Read more

Video: Nurrohim : Bangun Sekolah Gratis Untuk Kaum Papa

KabariNews - Pernah hidup di jalanan menumbuhkan kepekaan dan empati kepada kaum papa. Nurrohim yang berasal dari keluarga berada ternyata pernah menjalani hidup yang tak biasa. Kenakalan di masa muda menjadi pembelajaran baginya. Tahun 2000, ia memutuskan membangun Sekolah Master Indonesia. Ini merupakan sekolah gratis untuk kaum marjinal, mulai dari pemulung, pengasong dan pengamen. Kini Sekolah Master Indonesia telah berdiri selama 17 tahun, ribuan anak telah berhasil lulus dari sekolah ini...

Read more

Video: Febriana Firdaus : Miris! Masih Banyak Jurnalis Digaji Dibawah UMR

KabariNews - Keberanian dalam meliput kasus-kasus yang tidak biasa, Febriana Firdaus diganjar penghargaan Oktovianus Pogau dari Yayasan Pantau. Febriana berhak mendapatkan penghargaan itu untuk keberaniannya dalam dunia jurnalisme. Menurut Febri, panggilan akrabnya, Oktovianus bukan jurnalis kebanyakan.  Okto sangat vokal dalam menulis tentang Organisasi Papua Merdeka. Okto merupakan anak muda yang berbakat dan memiliki nyali serta keberanian dalam menulis hal-hal yang banyak dihindari para k...

Read more

Video: Pernah Diintimidasi, Febriana Firdaus : Ada Rasa Takut

KabariNews - Menulis kasus-kasus sensitif membuat Febriana Firdaus rawan ancaman. Ia bercerita saat masih menjadi wartawan  Tempo, saat itu ia sedang meliput tentang penganiayaan yang dialami Tama Satria Langkun dari Indonesian Corruption Watch. “Saya bahkan diancam oleh terduga dari pelaku penganiayaan, dan saya memutuskan untuk menginap di kantor Tempo untuk keselamatan,” katanya Setelah kejadian tersebut, Febri justru banyak menulis berita mengenai korupsi, minoritas, dan kasus 1965. “Nalu...

Read more