KabariNews – Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan pada anak balita yang bermasalah pada kekurangan gizi kronis. Kurangnya  asupan gizi dalam rentan waktu yang cukup lama disebabkan karena pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Hal ini mnyebabkan ratusan juta anak dibawah umur 5 tahun di dunia menderita stunting. Secara fisik, balita stunting memilki tinggi badan lebih pendak dari teman-teman seusianya. Diketahui, untuk ukuran yang normal bagi anak usia 5 tahun tinggi badannya adalah 110 sentimeter. 

Sebagai tanda anak yang mengalami stunting dapat dilihat dari pertumbuhan pada fisiknya. Seperti dikatakan Direktorat Keehatan Gizi dan Masyarakat, Dr. Entos Zainal S.P.MPHM.

“Salah satu tanda dari stunting pada anak adalah masalah pada pertumbuhan anak, seperti tubuhnya lebih pendek dibanding dengan anak seusianya, “ ujar Dr. Entos saat ditemui Kabari dalam acara Mari Lawan Stunting Bersama di Kawasan Jakarta Pusat, (27/12).

Lebih lanjut, Dr. Entos mengatakan penyebab dari anak stunting, “ Karena kurangnya asupan gizi yang baik pada anak sejak masih di dalam kandungan, “ imbuhnya.

Selain itu, ia memaparkan kondisi stunting juga berdampak buruk terhadap perkembangan anak yang meimbulkan dampak jangka pendek dan panjang.

“Ketika masa kanak-kanak pertumbuhannya terhambat, misalnya penurunan fungsi kognitif hingga kekebalan tubuh. Dan ketika beranjak dewasa akan timbul risiko diabetes mellitus, jantung coroner, hipertensi hingga obesitas,” papar Dr. Entos.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa praktik pengasuhan sangat berpengaruh pada pertumbuhan anak. Misalnya asupan gizi buruk saat bayi masih dalam kandungan, serta lingkungan yang kurang bersih. Dengan demikian, penting bagi para ibu hamil untuk mengikuti program pemerintah mengenai 1000 hari pertama kehidupan.