Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan bersama American Indonesian Exchange Foundation
(Aminef) kembali membuka kesempatan kepada warga negara Indonesia untuk mencoba
mendapatkan beasiswa Fulbright untuk tahun 2012. Kesempatan ini diberikan
kepada pelamar yang tercatat sebagai anggota di fakultas dan institusi swasta
pendidikan tinggi di Indonesia.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi, diantaranya: pendidikan S-1 dengan IPK
minimal 3.0 (skala 4.0), memiliki kualitas kepemimpinan, memiliki pemahaman yang baik tentang Indonesia
dan budaya internasional, kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan program
Fulbright-Dikti ini, mengantongi skor TOEFL institusional 550 atau 6.0 untuk
ILETS.

Kesempatan terbuka hingga 15 April 2012. Berkas aplikasi harus dikirimkan atau
diantar langsung ke Dikti, aplikasi tidak diterima jika dikirimkan melalui e-mail.

Berdasarkan pengalaman beberapa alumni
penerima Fulbright, setidaknya ada lima rahasia sukses yang dia sampaikan.
Pertama, mengirimkan berkas sesuai deadline
penyerahan berkas. Penulisan studi objektif dan proposal riset jadi rahasia
kedua. Penulisan studi objektif dibuat oleh peserta yang ingin mendapatkan
beasiswa S2. Sedangkan untuk program beasiswa S3 harus menuliskan keduanya,
studi objektif dan proposal riset.

Rahasia ketiga, memilih jurusan yang ingin
diambil dan universitas di Amerika, tempat yang akan menjadi tempat belajar. “Pemilihan
tersebut harus disertai alasan dan itu harus dicantumkan di studi objektif”
kata Rika yang pernah mengenyam S2 di Tuczon – Arizona.

Melampirkan sertifikat ITP TOEFL yang
dengan skor yang sesuai dengan syarat beasiswa. Hampir seluruh beasiswa program
Fulbright mensyarakat skor ITP TOEFL minimal 550. Setelah dinyatakan lulus
berkas, biasanya peserta seleksi akan dites bahasa Inggris lagi, berupa tes GRE
atau GMAT. “Biasanya yang sukses meraih beasiswa sudah mempersiapkan diri
mereka dengan bahasa Inggris,” jelas Isye staf Aminef.

Selain itu, Isye menjelaskan jenis-jenis
beasiswa yang ada dalam program Fulbright. Untuk master degree, Fulbright punya tiga jenis
beasiswa. Fulbright Master Degree Programs, Fulbright-Freeport Master’s Degree,
dan Fulbright-DIKTI Master’s Degree Program. Fulbright-Freeport Master’s
Degree, merupakan program kerjasama antara Fulbright dan Freeport untuk
Masyarakat Papua yang telah lulus S1 atau S2 untuk mendapat beasiswa di bidang
metalurgi, geologi, teknik geologi, teknik listrik, teknik sipil atau teknik
mesin.

Sedangkan, Fulbright-DIKTI Master’s Degree
merupakan kerjasama Fulbright dengan DIKTI yang memberi kesempatan kepada
tenaga pengajar tetap di PTN atau PTS yang ingin melanjutkan S2. Untuk
informasi selanjutnya bisa mengakses : www.aminef.or.id

Untuk share artikel ini klik www.KabariNews.com/?37686

Untuk melihat artikel Pendidikan lainnya, Klik disini

Mohon beri nilai dan komentar di bawah artikel ini
______________________________________________________

Supported by :


About The Author

Leave a Reply