KabariNews – Dalam rangka memperingati Hari Ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 tahun, Unit Kerja Presiden Ideologi Pancasila (UKP Pancasila) menyelenggarakan Festival Prestasi Indonesia, dengan memilih 72 sosok berprestasi yang bisa menjadi ikon bagi prestasi Indonesia.

Acara yang digelar di Jakarta Convention Center pada 21-22 Agustus lalu ini memilih 72 orang berprestasi dari berbagai kategori, yakni saintis, inovator, olahraga, seni dan budaya juga pegiat sosial. Tujuan diadakannya festival tersebut yakni sebagai bentuk apresiasi atas karya-karya terbaik putra putri bangsa dan menjadikannya sebagai sumber inspirasi untuk memajukan bangsa. Ada pun kriteria yang  dipilih adalah putra-putri bangsa yang berprestasi dan pernah mendapat penghargaan dalam lingkup nasional hingga internasional.

Dari deretan 72 sosok yang terpilih, terdapat  nama yang tidak asing lagi, dia adalah Prof Dr Taruna Ikrar, M. Pharm., MD, Ph.D. , Dokter dan ilmuwan bidang farmasi, jantung, dan syaraf  terpilih dan dijadikan ikon prestasi untuk kategori sains dan inovator.

Dokter jenius yang saat ini menetap di negeri Paman Sam ini telah menyabet banyak penghargaan nasional hingga internasional. Namanya bahkan sudah dikenal dunia, dan pernah masuk sebagai salah satu kandidat Nobel Kedokteran. Namun apresiasi atas karya dan dedikasinya dalam dunia kesehatan tidak lantas membuatnya jumawa, pria kelahiran Makassar 15 April 1969 Ini justru semakin termotivasi untuk terus berkarya agar bisa mengharumkan nama Indonesia.

Dengan bangga California Media International Inc.  dan PT Cempaka International sebagai penerbit Majalah Kabari dan Majalah Hidup Sehat mengucapkan selamat atas sederet prestasi yang diterima Dr Taruna Ikarar. Sungguh suatu kebanggan bagi Kabari bisa bekerja sama dengan Dr Taruna Ikrar, di tengah kesibukannya Dr Taruna Ikrar selama tujuh tahun lebih aktif mengisi kolom kesehatan di Majalah Kabari, bahkan setahun terakhir ini beliau mengasuh Majalah Hidup Sehat dan membagi ilmunya seputar dunia kesehatan.

Barikut 72 Ikon peraih Prestasi Indonesia  :

1. A’ak Abdullah Al-Kudus, Aktivis lingkungan hidup
2. Ahmad Arif, lahir Rembang (Jawa Tengah), 1977. Wartawan dan penulis buku.
3. Ahmad Bahruddin, Pendiri lembaga pendidikan alternatif Qoryah Tayyibah bagi anak-anak putus sekolah di Salatiga.
4. Alan Budi Kusuma, Legenda Bulu Tangkis Indonesia.
5. Audrey Yu Jia Hui, Penulis buku Mencari Sila Kelima
6. Baihajar Tualeka, Pendiri Lembaga Pemberdayaan Perempuan & Anak (LAPPAN)
8. Bayu Santosa. Disainer grafis, pemenang kontes disain sampul album Maroon 5 (grup band asal California, AS)
9. Bonifasius Mau Taek. Pendiri Forum Pemuda Pelopor Pembangunan Perbatasan (FP4), NTT.
10. Brigadir Muhammad Saleh, Anggota Polri penggerak pendidikan bagi anak-anak desa di Bombana, Sulawesi Tenggara.
11. Ciciek Farha & Supohardjo, Inspirator anak-anak desa.
12. Chandra Sembiring, dokter Indonesia pertama yang bertugas di pegunungan Everest, Himalaya.
13. Eng Eniya Listiani Dewi, Sukses melakukan rekayasa teknologi sel bahan bakar (fuel cell) sebagai sumber energi alternatif. Penerima ASEAN Outstanding Engineering Achievement Award 2006, dan Habibie Award 2010.
14. Herawati Supolo Sudoyo, Peletak dasar pemeriksaan DNA forensik untuk identifikasi pelaku bom bunuh diri. Pendiri Lembaga Biologi Molekuler Eijikman (1993).
15. Yudi Utomo Imardjoko, ilmuwan nuklir Indonesia
16. Lie A. Dharmawan, dokter ahli bedah
17. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, tokoh bangsa
18. Eka Kurniawan, Novelis muda
19. Eko Supriyanto. Maestro Seni Tari Indonesia. Penari Indonesia yang terlibat dalam tur keliling penyanyi Madonna, Drowned World Tour(2001).
20. Eko Yuli Irawan, atlet angkat besi nasional
21. Franki Raden, musisi dan etnomusikolog. Composer & Music Director.
22. Garin Nugroho, Sutradara dan produser film terkemuka Indonesia.
23 Handi Mulya, Chef spesialis dekor kue
24. Heri Dono, Pelukis dan kreator seni instalasi.
25. Herwin Hamid, Guru SMP 6 Kendari Sultra.
26. I Gusti Kompyang Raka, maestro seni musik Bali
27. Bambang Irianto, inisiator gerakan sosial kampung Glintung Go Green, Malang (Jatim).
28. Joey Alexander, pianis jazz muda
29. Komang Sastrawana, Atlet karate cilik Indonesia.
30. Lia Putinda Anggawa M, aktivis lingkungan hidup.
31. Lilyana Natsir, Atlet bulu tangkis Indonesia.
32. Liem Swi King, Legenda Bulu Tangkis Indonesia.
33. Lintang Pandu Pratiwi, ilustrator buku anak.
34. Lisa Rumbewas, Atlet putri angkat besi Indonesia.
35. Luthfi Bima Putra, Peraih medali emas International Mathematics Competition (IMC) di Singapura, 2016.
36. Lynna Chandra, Pendiri Yayasan Rumah Rachel
37. Masril Koto, Inisiator lembaga keuangan mikro agrobisnis (LKMA) Prima Tani
38. Muammar ZA. Qori dan hafiz terbaik Indonesia.
39. Michael Gilbert, telah mengoleksi delapan medali emas di berbagai olimpiade sains (matematika, fisika, kimia), di Swiss, Argentina, Bulgaria, dan Hongkong.
40. Muhammad Gunawan, Pendaki gunung
41. Muhammad Winesqi Nibras, peraih medali emas Festival Kreativitas Seni, Daijon, Korea Selatan, 2016.
42. Nano Riantiarno. Dramawan senior.
43. Nisa Wargadipura & Ibang. Pasangan pendiri dan penggerak Sekolah Ekologi, Pesantren At-Thariq
44. Nyoman Nuarta, pematung
45. Oka Rusmini. Sastrawan perempuan Indonesia.
46. Hj. Suraidah, bidan yang menjadi inisiator pendidikan anak usia dini (PAUD) di perbatasan Indonesia–Malaysia
47. Tim Robotika, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Memborong medali dalam berbagai kategori pada Fire Fighting Robot Contest 2017 di Trinity College, Hartford, AS.
48. Riri Fitri Sari, Guru Besar Perempuan Termuda di Indonesia
49. Khairol Anwar, Pemegang paten 4G berbasis OFDM.
50. Tim Robotik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Peraih medali emas pada Trinity Collage Robot Competition, 2017.
51. Putu Wijaya. Sastrawan dan dramawan.
52. Rahayu Supanggah, komponis
53.Romo Carolus, pendiri Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS)
54. Romo Kirdjito, Peneliti budaya air.
56. Sabar Gorky, Pemanjat
57. Septianus George Saa, Pemenang Lomba first step to Nobel Prize in Phisics 2004. Sedang melanjutkan S2 di Birmingham, Inggris.
58. Sri Wahyuni. Atlet angkat besi nasional Indonesia.
59. Suraiya Kamaruzzaman, aktivis perempuan.
60. Suryono, satu-satunya petani yang menjadi pembicara dalam Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim PBB di Maroko.
61. Susi Susanti. Legenda Bulutangkis Indonesia.
62. Syahrozad Nalfa Nadia, peraih medali emas Olimpiade Robot Internasional (Singapura, 2016)
63. Tontowi Ahmad, atlet bulutangkis pasangan ganda campuran Liliyana Natsir.
64. Taruna Ikrar, Dokter dan ilmuwan bidang farmasi, jantung, dan syaraf.
65. Taufik Hidayat, legenda bulutangkis Indonesia.
66. TGH Hasanain Juaini, tokoh pendidikan berbasis lingkungan. Penerima Ramon Magsaysay 2011
67. Tiara Savitri, penyintas Lupus, dan penulis buku “Aku dan Lupus” yang sangat memotivasi para Odapus
68. Tim Paralayang Indonesia.
69. Wregas Banutedja, film-maker muda Indonesia,
70. Wuri Wuryani, bekerja sebagai Analytical Chemist Inspector di Organization for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW), Belanda (1997–2008),
71. Yogi Ahmad Erlangga, pemecah rumus matematika Helmholtz.
72. Zaenal Beta, pelukis dengan bahan dari tanah liat pertama di dunia.