Etika Dasar Yang Patut Dipelajari Anak Muda

Menginjak usia 16, murid-murid SMU belajar
menyetir kendaraan serta peraturan lalu lintas di kota setempat. Pada
periode itu pula, kebanyakan remaja takut akan bahaya dan resiko terkena
tiket pelanggaran lalu lintas seperti melebihi batas kecepatan atau
pelanggaran parkir.

Akibat-akibat negatif itulah yang membuat para remaja menjadi lebih
berhati-hati. Menginjak usia dewasa dan usai kuliah, mahasiswa wajib
belajar tentang tata krama dan etika profesional, hal ini untuk
mempersiapkan mereka untuk survive di dunia korporat.

Sayangnya, untuk hal ini, tidak ada yang namanya buku resmi khusus
mengajar para pemuda-pemudi tentang etika dan tata krama di kantor. Yang
ada, hanyalah kesadaran diri dan tata krama yang telah diturunkan oleh
orang tua dan guru di sekolah.

Nicholas Aretakis, seorang pembimbing karir bagi mahasiswa di sebuah
universitas, menyatakan bahwa pada masa kuliah para mahasiswa belajar di
universitas bukan hanya teori buku-buku pendidikan saja, mereka juga
belajar mengenai kehidupan dan membangun relasi sesama murid lainnya.

Contohnya kehidupan di gedung asrama, jika seorang pelajar tinggal
sekamar dengan pelajar lainnya, dan mampu menghindari perkelahian atau
perdebatan hebat, itu bertanda si pelajar akan lebih mudah mencari
pekerjaan pertamanya dan lebih survive di dunia profesional.

Karena di tempat kerja, duduk di sebuah kubik bersebelahan dengan
kubik pegawai lain bisa berkesan canggung dan bahkan menegangkan. Maka
dari itu, penting sekali jika menanamkan pendidikan etika dan tata krama
profesional sejak masa kuliah. Meskipun banyak aspek-aspek di tempat
kerja yang mirip dengan kehidupan di masa kuliah, para mahasiswa
universitas yang baru saja lulus, bisa membaca buku Nicholas yang
berjudul “No More Ramen: The 20-Something’s Real World Survival Guide
(Next Stage Press, $14.95).

Dibawah ini merupakan 12 tips-tips penting bagi yang sedang menjalankan transisi:

1. Atur volume suara Anda

Anda harus tetap mengatur volume suara Anda ketika bicara di telepon
atau dengan pegawai lainnya. Memang bukan perpustakaan, tapi tempat
kerja juga bukanlah tempat berpesta.

2. Obrolan telepon pribadi dipersingkat

Lebih baik Anda mempersingkat obrolan pribadi di telepon, jika ada yang penting, keluar dahulu dari kubik Anda.

3. Matikan telepon seluler Anda, atau di set vibrate

Untuk menghindari gangguan bunyi ringtone handphone Anda, matikan atau taruh di mode vibrate.

4. Hindari mencampur obrolan pegawai lain yang tidak ada hubungannya dengan Anda

Menguping pembicaraan pegawai lain tidak sopan, maka dari itu jangan
ikut campur perbincangan orang lain yang tidak ada hubungannya dengan
Anda.

5. Buang kotak makanan di tempat sampah dapur

Buang kotak makanan di tempat sampah dapur, dan jangan pernah
meninggalkan sampah di meja Anda. Jika Anda melihat ada sampah di meja
lain, buanglah.

6. Gunakan kebijakan mendekorasi kubik Anda dengan baik

Jaga penampilan meja Anda seprofesional mungkin, hindari taruh poster
musik atau gambar-gambar yang tidak layak di raungan kantor.

7. Jaga kesan dan penampilan selama bepergian untuk bisnis

Perilaku dan penampilan Anda akan dinilai oleh pihak lain selama
berpergian untuk bisnis, jaga baik-baik. Bagaimanapun juga Anda tetap
mewakili nama baik perusahaan Anda.

8. Jauhkan membuka situs-situas sosial atau chatting

Kalau bisa, tidak bersosialisasi di situs-situs sosial sseperti
Friendster, Facebook, MySpace jika sedang bekerja. Apalagi jika Anda
bisa mengerjakannya di rumah. Selama jam makan siang tidak apa-apa.

9. Tolak baik-baik teman kerja Anda yang senang mengobrol

Beritahu teman kantor bahwa Anda sedang “dikerjar” deadline dan ajak dia mengobrol dilain waktu, seperti saat jam makan siang.

10. Jangan tunda menyelesaikan pekerjaan yang penting

Apabila mungkin, jangan sering-sering menumpuk pekerjaan. Selesaikan
pekerjaan dan proyek deadline tepat waktu. Dengan cara ini, Anda akan
lebih mudah mengatur pekerjaan selanjutnya.

11. Dilarang menggosip

Menggosip hal-hal yang tidak penting, seperti bicara tentang pegawai
lain, sangatlah tidak profesional dan tidak sopan. Hal ini bisa beresiko
tinggi dan dapat berbalik ke Anda.

12. Jadilah pekerja yang bisa diandalkan

Jadilah pekerja yang rajin, teladan, disiplin, dan dapat diandalkan.
Lakukan pekerjaan yang Anda mampu janjikan. Melalui ini, Anda akan
meraih reputasi dan kehormatan dari pegawai yang lain serta bos Anda. (inna)

Untuk share artikel ini, Klik www.KabariNews.com/?35290

Untuk

melihat artikel Amerika / Misc. lainnya,
Klik

di sini

Klik

di sini untuk

Forum Tanya Jawab

Mohon beri nilai dan komentar di
bawah artikel ini

______________________________________________________

Supported

by :

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published.


dua × = 10