KabariNews – PT Conexus Solusi dan Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPTUI) menggelar diskusi bertajuk Bagaimana Menjadi dan Mendapatkan Kandidat Impian Perusahaan yang berlangsung di Indonesia Career Expo, ICE BSD City, Tangerang, (09/09). Gelaran tersebut didasari dengan persaingan yang ketat antar calon kandidat pencari kerja yang semakin kompetitif.

Menurut Kantor Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, pasca Lebaran 2017 silam, terjadi kenaikan jumlah pencari kerja hingga mencapai tiga ratus persen di kota tersebut.

Cahyo Pratomo Amiseso selaku Counseling & Education Manager LPTUI mengatakan, untuk memenangkan persaingan dalam pencarian kerja, kandidat harus memenuhi standar kandidat impian perusahaan. standar tersebut, lanjut dia,  bisa terukur melalui beberapa faktor.

Selain itu, ditambahkan Cahyo, kondisi kantor, status pekerjaan, dan tuntutan perusahaan mesti sejalan dengan kepribadian, keterampilan, dan motivasi atau harapan karyawan. Misalnya, penyesuaian istilah jabatan level staf yang belakangan diubah menjadi executive, sehingga ada kebanggaan pada pekerja. Kebanggaan terhadap instansi memang menjadi salah satu faktor pemicu engagement karyawan.

“Contoh lainnya adalah penerapan flexible time pada kantor atau industri tertentu, misalnya bisnis startup atau organisasi,” ungkap Cahyo.

Namun, lanjut dia, mendapatkan kandidat impian saja tak cukup bisa mencapai tujuan besar, perusahaan dan karyawan mesti bisa bersinergi  dalam bekerja.

Hal senada disampaikan Agatha Kristina selaku HR Manager Conexus Solusi mengatakan pentingnya perusahaan dalam membaca kebiasaan pencari kerja yang, saat ini didominasi generasi milenial.

Lebih lanjut Agatha menambahkan,  pada tahun 2020 para ahli memperkirakan bahwa generasi produktif  akan didominasi oleh generasi ini, sehingga HR perlu melakukan inovasi dalam melakukan rekrutmen.

“Generasi milenial ini kan sangat terkoneksi internet. Jadi, penting bagi perusahaan untuk menyadari peluang itu dalam menemukan kandidat terbaik,” ucap Agatha.

Pernyataan Agatha sejalan dengan survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara  Jaringan Internet Indonesia (APJII) tentang data pengguna internet di Indonesia tahun 2016.

Hasilnya, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 132,7 juta orang. Dan, dari jumlah tersebut sebesar 80 persen, atau 94,6 juta, berusia 20-39 tahun, yang  artinya masih dalam rentang usia generasi milenial. Tak heran, tercatat tiga puluh lima persen  pencari kerja memanfaatkan internet dalam mencari pekerjaan.

PT Conexus Solusi, selaku perusahaan software Indonesia yang terus berinovasi di bidang IT, turut ambil bagian dalam menyediakan solusi di bidang rekrutmen melalui online assessment platform ujiID.

Miranda Antisari, Head of Strategic and Marketing Communication Conexus, mengatakan, dengan ujiID perusahaan atau organisasi akan mendapatkan pengalaman baru proses assessment yang mudah dan menyenangkan. “Dengan sistem online, ujiID bakal memungkinkan HR melakukan assessment kapanpun, di mana pun, dan berapa pun kandidatnya. Jadi, prosesnya juga akan lebih cepat dan efisien,” ucap Miranda.

Sistem yang terkomputerisasi, lanjutnya, tentu saja akan mengurangi kemungkinan  human error, yang bisa mengakibatkan bad hiring.  Menurut survei, tiga puluh delapan persen kesalahan merekrut kandidat disebabkan perusahaan ingin merekrut secara  cepat dan terburu-buru dalam metode konvensional.

“UjiID dapat membuat perusahaan meminimalkan terjadinya bad hiring, sehingga keinginan mendapatkan kandidat impian pun semakin mudah tercapai,” tutup Miranda.