Mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton, baru saja menjalani operasi
terkait serangan jantung yang menimpanya pada pertengahan Februari lalu. Seperti
dilansir New York Times yang mengutip keterangan resmi pihak Clinton,
 bahwa suami Menteri Luar Negeri Hillary
Clinton itu dibawa ke rumah sakit New
York Hospital
setelah mengeluh dadanya merasa sakit.

Juru bicara Clinton, Douglas Band, menyatakan Clinton menjalani pemasangan
dua stent, “Setelah diperiksa oleh ahli jantungnya, beliau (Bill Clinton, red)
menjalani pemasangan dua “stent” di salah satu saluran darah menuju jantung,” ujar
Douglas.

Dua stent kecil
ditempatkan di dalam arteri tubuh Clinton
sebagai upaya medis yang umum dilakukan untuk orang dengan penyakit jantung
berat.
Sebelumnya, pada tahun 2004, Clinton
pernah menjalani operasi bypass di rumah sakit yang sama setelah mengalami keluhan
serupa.

Penyakit jantung adalah penyakit
pembunuh nomor satu dunia. Menurut sejumlah riset, kematian akibat penyakit  ini mencapai 50 persen, bahkan di sejumlah
negara berkembang yang  teknologi
kedokterannya masih tertinggal, kematian akibat penyakit jantung mencapai 70
persen.

Penyakit jantung sangat terkait
dengan pola hidup sehat, risiko terserang penyakit ini bisa ditekan jika orang
mengupayakan hidup sehat, seperti olahraga teratur, tidak merokok dan
mengkomsumsi makanan yang sehat.

Dokter Taruna Ikrar, ahli
penyakit jantung dari Indonesia
yang kini tengah menempuh pendidikan lanjutan di Amerika Serikat, mengungkapkan
seluk beluk penyakit jantung seperti yang diderita Mantan Presiden Bill Clinton.

Dokter yang meraih Phd dalam
spesialisasi penyakit jantung dari
Universitas Niigata ini, membagi
pengetahuannya kepada pembaca KabariNews.Com.

 

Simak videonya Part 1

Untuk nonton video Part 2, klik disini

Untuk nonton video Part 3, klik disini

Untuk share artikel ini, Klik www.KabariNews.com/?34558

Untuk melihat Artikel Amerika / Kesehatan lainnya, Klik disini

Mohon beri nilai dan komentar di bawah artikel ini

______________________________________________________

Supported by :

 

About The Author

Dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D. lahir di Makassar, 15 April 1969 adalah seorang ilmuwan berkebangsaan Indonesia dalam bidang farmasi, jantung, dan syaraf. Di dunia Internasional, ia lebih dikenal sebagai salah satu peneliti yg mempopulerkan sistem AlstR (allatostatin receptor) dalam tulisan yang telah dipublikasikan di jurnal Frontiers of Neural Circuit edisi 20, Januari 2012 . Saat ini Dr Ikrar merupakan salah satu tim spesialis dan analis di University of California, School of Medicine, Irvine, CA, USA

Leave a Reply