Kasus Penembakan dan Penggunaan Senjata di Amerika

Setidaknya telah terjadi 17 kali penembakan sadis di Amerika sepanjang tahun 2000. Semua penembakan terjadi saat  orang berkumpul di tempat umum. Sebut saja sekolah, kampus, bioskop, salon, rumah sakit, kantor dan pusat perbelanjaan. Yang paling sering terjadi di lokasi sekolah atau kampus. Tentu saja banyak pelajar atau mahasiswa tak bersalah yang menjadi korban.

Penembakan terakhir terjadi di sebuah Perguruan Tinggi yakni Lonestar College di dekat Houston selasa 22 Januari waktu setempat. Kendati tidak ada korban meninggal, namun 3 orang terluka pada insiden berdarah tersebut. Polisi masih belum menentukan siapa penembak tersebut dan menahan 2 orang yang dicurigai terlibat.

Bahaya dan berulangnya kejadian penembakan brutal di Amerika juga diamini oleh Dr. Taruna Ikrar, MD., MPharm, PhD seorang Cardiologist, Pharmacologist dari University of California, Irvine, USA. Dr Taruna menyatakan bahwa yang berbahaya dari peristiwa penembakan ini adalah para psikopat bisa mencontoh tindakan ini. Menurutnya, salah satu pencegahan yang   harus dilakukan adalah mengontrol kepemilikan senjata api.

Kondisi tragis dan memilukan ini juga menjadi perhatian presiden terpilih, Barack Obama. Obama sendiri berjanji akan bertindak demi mengawasi kepemilikan senjata dengan bijaksana. Presiden menaruh perhatian penuh terhadap keselamatan anak-anak Amerika dan menjadikannya sebagai prioritas utama.

Pro dan kontra kepemilikan dan penggunaan senjata di Amerika terus terjadi. Masyarakat berdemo mendukung pengendalian dan kepemilikan senjata. Namun, pihak NRA (National Rifle Association) sebagai kelompok utama pendukung hak-hak pemilik senjata api tampaknya tidak akan tinggal diam. Keputusan berada di tangan kongres yang tentu saja tidak akan mudah menentukan keputusan terkait dengan kekuatan lobi NRA.

Negara bagian Amerika yakni New York telah mengambil langkah yang lebih maju dengan memberlakukan undang-undang yang memperketat kepemilikan dan penggunaan senjata api. Undang-undang ini dikenal sebagai “NY Safe Act”. Apakah negara bagian lain akan segera memberlakukan undang-undang serupa? Amerika masih menunggu jawabannya.

Untuk share artikel ini klik www.KabariNews.com/?52403

Untuk melihat artikel Amerika / National lainnya, Klik di sini

Mohon beri nilai dan komentar di bawah artikel ini

______________________________________________________

Supported by :

 

 

 

 

 

 

 

 

Comments