Sakit maag! Kalimat itu pasti
yang pertama kali muncul saat perut kita terasa perih, mual, kembung
dan sebah, yang kadang-kadang diikuti dengan diare maupun sembelit
(susah buang air besar). Benarkah demikian? Rasa sebah atau kembung
pada perut disebabkan karena produksi gas yang berlebihan didalam
sistem pencernaan, hal ini diakibatkan karena proses pemecahan makanan
yang tidak sempurna. Dan biasanya ditandai dengan sering bersendawa
atau buang angin (flatus).

Maag kerap menjadi kambing
hitam masalah pencernaan. Padahal, belum tentu penyakitnya itu adalah
sakit maag. Banyak masalah pencernaan lain yang menyebabkan rasa tidak
nyaman di perut, salah satunya adalah karena kekurangan enzim
pencernaan. Enzim bertanggung jawab menjaga kesehatan dan proses
metabolisme didalam tubuh. Kekurangan enzim dapat menyebabkan gangguan
pencernaan (maldigest), yang selanjutnya menyebabkan gangguan
penyerapan (malabsorpsi). Gejala-gejala malabsorpsi antara lain seperti
perut kembung, nafsu makan menurun, diare, perut tidak nyaman.

Salah
satu cara membedakan kembung, perih, sebah, mual disebabkan karena
kekurangan enzim atau penyakit lainnya adalah dengan memperhatikan
ciri-cirinya. Orang yang terganggu keseimbangan enzimnya dapat dilihat
sehabis makan-makanan berlemak ia mengalami diare, ciri lain penderita
kekurangan enzim adalah sering bersendawa dan buang angin (kentut),
gampang terkena diare dan sering mendengar dari dalam perut suara
“keroncongan” seperti orang kelaparan. Untuk pastinya sebaiknya
konsultasikan ke dokter bila kita sering mengalami gejala-gejala diatas
dan kita sudah minum bermacam-macam obat maag namun penyakit tak
kunjung sembuh, bahkan sampai menjadi diare. Dan minum obat diare pun
hanya efektif bekerja selama beberapa hari setelah itu diarenya kambuh
lagi.

Penyebab Gangguan Enzim

Gangguan
enzim bisa disebabkan beberapa hal. Bisa secara genetika atau
diturunkan dari orang tua dan faktor usia. Semakin tua usia manusia,
biasanya kerja pankreas, organ penghasil enzim, tidak lagi sempurna
sehingga orang lanjut usia sering terserang penyakit pencernaan karena
kekurangan enzim itu.

Pola makan yang tidak baik misalnya
makan berlebihan, terlalu banyak, makan terburu-buru, dan sering
menunda makan dapat menyebabkan asam lambung meningkat sehingga dapat
juga menyebabkan gangguan enzim.

Manfaat Enzim

Jika
seseorang makan roti kemudian timbul diare, ada kemungkinan didalam
tubuhnya tidak memiliki enzim untuk memecah karbohidrat. Sedangkan bila
seseorang makan sayuran atau serat dan keluar (pada saat buang air
besar) masih terbentuk utuh, hal ini dapat disebabkan karena tubuh
kurang punya kemampuan untuk memecah serat.
Ada 3 jenis enzim pencernaan:
1. Amylase untuk memecah karbohidrat
2. Lipase untuk menguraikan lemak
3. Protease untuk memecah protein

Kekurangan
enzim kronis dapat menyebabkan kekurangan gizi yang dapat menurunkan
berat badan dan daya tahan tubuh. Oleh karena itu bagi Anda yang makan
banyak tapi tubuh tetap kurus harus waspada, bisa jadi tubuh Anda
kekurangan enzim.

Bila Anda mengalami gangguan pencernaan
karena kekurangan enzim ditubuh, kurangi makanan berlemak seperti
daging, cokelat atau keju, perbanyak makan-makanan yang mengandung
enzim pencernaan yang tinggi seperti buah-buahan dan sayuran. Atau
konsumsi suplemen yang membantu tubuh mencukupi kebutuhan enzim
pencernaan. (inna/berbagaisumber)

Untuk share artikel ini klik www.KabariNews.com/?32973

Untuk melihat Berita Indonesia / Kesehatan lainnya, Klik disini

Klik disini untuk Forum Tanya Jawab

Mohon beri nilai dan komentar di bawah artikel ini

______________________________________________________

Supported by :

April Insurance Agency

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published.


+ 6 = delapan