KabariNews – Administrasi Trump hari ini meriliskan proposal anggaran negara yang dapat memotong lebih dari satu triliun dolar melampaui 10 tahun dari Medicaid, sumber terbesar negara dari asuransi perawatan kesehatan, yang melayani bantuan hidup untuk anak-anak dan orang dewasa dengan keterbatasan dan orang lanjut usia yang berpendapatan rendah. Di bawah proposal Trump, Medicaid akan dapat mengalami penurunan sebanyak $600 miliar. Itu jumlah yang ditambahkan ke pemotongan lebih dari $800 dalam American Health Care Act (AHCA) yang diresmikan bulan ini oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

Anggaran tersebut yang dirilis saat Presiden Trump sedang berada di Timur Tengah pada kunjungan asing pertamanya sebagai kepala negara, juga akan mengecilkan jumlah dana untuk National Institutes of Health (NIH), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention, disingkat CDC), Children’s Health Insurance Program (CHIP), Jaminan Sosial asuransi keterbatasan, penjagaan lingkungan, dan bantuan perumahan dan transportasi.

Atas dorongan putri presiden Ivanka Trump, anggaran tesebut diajukan untuk menyalurkan $25 miliar dalam 10 tahun ke depan pada tunjangan cuti mengasuh anak, sebuah ide baru.

Anggota dari kedua pihak Dewan dan Senat telah dengan keras menolak pemangkasan Medicaid sebelumnya.

Banyak dari pemotongan lainnya juga mengalami penentangan dari kedua partai  di Capitol Hill. Contohnya, Wakil Tom Cole (R-Okla.), ketua Dewan Subkomite Derma pada Tenaga Kerja, Layanan Kesehatan dan Masyarakat, Agensi Pendidikan dan Yang Terkait, telah dengan tajam mengkritik pemotongan yang ditujukan untuk NIH dan CDC.

Direktur Anggaran Gedung Putih Mick Mulvaney menegaskan pandangan administrasi bahwa AHCA tidak mencakup cukup jauh dalam Medicaid. “Kami ambil satu langkah lebih jauh dan mengurangi beberapa taraf pertumbuhan yang diperkirakan memasuki AHCA,” katanya dalam sebuah panggilan dengan para wartawan pada hari Senin.

Saat pengarahan pers hari ini, Mulvaney mengatakan bahwa, “kami tidak akan lagi mengukur belas kasih dengan banyaknya program atau banyaknya orang dalam program-program itu, namun dengan banyaknya orang yang kita bantu untuk hidup dari program-program itu, “ ucap Mick Mulvaney

AARP mempertaruhkan posisi yang kuat dalam menentang anggaran presiden, “AARP menentang anggaran yang diajukan hari ini karena secara eksplisit membahayakan orang-orang yang kami percayakan kepada Presiden untuk dilindungi,” ucap Wakil Ketua Eksekutif AARP Nancy LeaMond dalam sebuah pernyataan.

“Anggaran hari ini mengajukan untuk memotong keuntungan Jaminan Sosial, serta pendanaan untuk kesehatan kritis, kelaparan, bantuan perumahan dan transportasi bagi orang-orang lanjut usia berpenghasilan rendah dan menengah. Anggaran tersebut memberi pesan yang kuat kepada generasi tua Amerika dan keluarga mereka bahwa jaminan kesehatan dan keuangan mereka terancam.”  Imbuhnya.

AARP menyuarakan catatan positif pada inisiatif administrasi mengenai cuti mengasuh, “Kami ingin mengakui proposal tunjangan cuti dari administrasi,” kata Lea Mond.

lebih lanjut ia menambahkan, “Meskipun itu harus ditingkatkan lagi agar membahas kebutuhan tempat kerja akan pengasuh keluarga, kami harap bahwa itu menciptakan topik negara mengenai cara-cara untuk mendukung pengasuh keluarga dalam tempat kerja,” imbuhLea Mond

Anggaran tersebut memperkirakan pertumbuhan ekonomi menjangkau 3 persen per tahun pada 2021, sebuah gambaran yang sangat tidak realistis.

Anggaran tersebut juga meliput penurunan drastis dalam Supplemental Nutrition Assistance Program (SNAP), yang juga dikenal sebagai food stamps atau program bantuan pembelian makanan, “Jika Anda dalam program food stamps, kami memerlukan Anda untuk bekerja,” ucap Mulvaney.

“Jika Anda dalam program disabilitas namun seharusnya tidak, kami membutuhkan Anda untuk kembali bekerja.” Imbuh Mulvaney

Anggaran presiden merupakan langkah pertama dari sebuah proses yang panjang. Kongres akan menetapkan prioritasnya sendiri seiring mereka mengembangkan solusi anggarannya.