KabariNews – Untuk banyak masyarakat Korea, Jeju telah lama menjadi tempat ideal untuk menghabiskan liburan musim panas atau bulan madu. Pariwisata merupakan industri nomor 1 di wilayah ini dan memang ada banyak alasan bagus di balik itu.

Mendaki gunung berapi

Bangunlah 90 menit sebelum matahari terbit dan ikuti jalan setapak di puncak Seongsan Ilchul-bong, sebuah gunung berapi non-aktif di pesisir timur pulau Jeju.

Seongsan Ilchul-bong menyediakan pengalaman mendaki gunung berapi yang menyenangkan. Foto oleh Rob Whyte/Lonely Planet

Kebanyakan orang menyelesaikan pendakian curam setinggi 182 meter dalam sekitar 25 menit. Ketika sudah sampai di puncak, bersantailah di pinggir krater sambil menonton matahari terbit dan mengagumi keagungan pemandangan alam.

Menyaksikan Matahari Terbenam di Hyeopjae Beach

Dengan laut biru berdesir di sepanjang sembilan kilometer pasir putih yang halus, yang disambungkan oleh batu-batu lava hitam di sana sini, Hyeopjae di Desa Hallim memang tidak dipungkiri lagi merupakan pantai terindah di pulau Jeju. Memang ini adalah tempat yang ramai dikunjungi di musim panas, ketika banyak keluarganya datang untuk bermain-main di air yang dangkal, tetapi pantai Hyeopjae terhitung lumayan sepi untuk sepanjang tahun. Namun, pesona asli dari tempat ini baru muncul saat matahari tenggelam. Berlokasi di ujung barat laut pulau, pantai ini merupakan lokasi yang ideal untuk diam dan mengagumi terbenamnya matahari.

Jelajahi Waktu di Desa Rakyat Seongup

Desain arsitektur tradisional tersedia untuk dijelajahi di Desa Rakyat Seongup, sekitar satu jam di luar kota Jeju.

Pelan-pelan cari jalanmu melewati jalur-jalur sempit dan intiplah rumah-rumah makan serta toko-toko di tengah halusnya asap dari kompor yang menyala. Jika ada waktu, sediakanlah satu jam untuk makan malam di Gwandangnae Sikdang, sebuah rumah makan kecil di luar pintu utama; sempit, ramai, dan ramah, Gwandangnae Sikdang memberikan Anda pengalaman merasakan daging barbecue pedusunan yang sempurna.

Sudah menikmati pengalaman mengasyikan dari ilusi optik di Museum Kehidupan Jeju, kami berkelana ke utara ke sebuah jalan dekat Kota Jeju. Jalan ini dikenal sebagai Jalan Misterius Jeju — orang-orang lokal menyebutnya Jalan Dokkaebi. Dibilang misterius karena objek-objek di jalan ini tampak seperti melawan hukum gravitasi!

Lihatlah gambar — nampaknya mobil-mobil itu sedang berjalan menanjak, kan? Tapi bukan, hanya dengan gigi netral dan kaki tidak menginjak gas, mobil-mobil ini bisa berjalan ‘menanjak’ di jalan ini!