KabariNews – Adik Ahok, Basuri Tjahaja Purnama mengatakan bahwa kasus yang menimpa sang kakak bukan semata-mata karena murni kesalahan pribadi Ahok. Menurut beliau, ini mengenai keadilan di Indonesia.

“Ini bukan mengenai bang ahok, namun ini mengenai Indonesia, Indonesia yang adil, Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika, ini yang harus menjadi jiwa raga kita perjuangkan dengan sungguh-sungguh, jangan hanya sekedar kita bicara, “ kata Basuri yang akrab di sapa dr Yuyu.

Menurutnya, dengan menjunjung tinggi nilai perjuangan NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, bahkan bertahannya Pak Jokowi tetap menjadi Presiden hingga tahun 2019, ini menunjukkan bahwa NKRI harga mati.

Setelah sempat jenguk sang kakak di Makob Brimob, dikatakan Yuyu, “ Keadaan abang semua baik, dan kita harus percaya bahwa doa itu akan merubah segala sesuatu, “ ujar adik Ahok. Atas doa dari masyarakat untuk Ahok, beliau sehat dan baik.

Dalam satu keluarga tentu dekat dengan kekompakan, pun begitu dengan keluarga Tjahaja Purnama, bagi keluarga tersebut kasus yang menimpa Ahok sudah siap terima kenyataan dan harus ikhlas. Perjuangan Ahok dalam politik mendapat dukungan dari keluarga, dengan demikian, Yuyu menilai bahwa perjuangan itu tidak mudah.

“Kita semua termasuk abang kita sudah siap bahwa ini harus ikhlas, perjuangan itu tidak ada yang gampang, jadi kita harus terima, kita sudah tau resikonya dari awal, kalo udah berjuang tidak mau susah ya bukan berjuang, “ katanya.

Ahok dimata Yuyu merupakan sosok yang tegas dalam bekerja, dia tidak bisa melihat suatu pekarjaan yang Ahok anggap tidak benar. Lain dengan diri Yuyu yang pernah sama-sama menjabat sebagai Bupati Belitung Timur.

Meskipun namanya mirip, BTP (Basuki, Basuri Tjahaja Purnama) namun tetap terlihat perbedaannya, Basuri berkata, “Kalau sama saya bedanya cuma satu, saya bisa akting, dia ga bisa akting, banyak yang bilang, wah pak basuri lebih anteng ya, berarti kalian ketipu sama saya,” canda Yuyu.

Sambungnya dalam canda tersebut, kesalahan darinya cuma satu, saat menjadi Bupati jika sedang marah-marah tidak di youtube kan, “Saya ini salahnya cuma satu, waktu marah-marah tidak saya yutubkan saja, kalau si abang waktu jadi kepala daerah itu di yutubin, makanya dia terkenal, kalau tidak, saya terkenal duluan , “ katanya penuh canda.

Diungkapkan Basuri, menjadi politikus adalah hak setiap anak bangsa, berpolitik bukan hanya menjalankan pada roda pemerintahan saja, menurut dia dagang pun ada politiknya, namun bagaimana dengan politik yang mencari kekuasaan untuk kepentingannya sendiri.

Lanjutnya, kita anak bangsa adalah politikus yang menginginkan NKRI yang punya keadilan sosial, Bhinneka Tunggal Ika yang kuat, bahwa pelangi ini tidak bisa diceraiberaikan sehingga menjadi warna yang tidak bagus.

Orang miskin adalah tugas kita, begitulah bunyi pesan dari sang ayah Indra Tjahaja Purnama, pemimpin di keluarga Tjahaja Purnama. Alasan itulah Basuki dan Basuri Tjahaja Purnama terjun ke ranah politik pada roda pemerintahan. Bagi mereka, banyaknya dana trilyunan bisa membuat warga sejahtera, keadilan sosial bisa diterapkan.(Kabari1008)