KabariNews – Gusdur dikenal sebagai tokoh plurarisme. Tak heran, jika Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengidolakan Presiden ke 4 Indonesia ini.

Diungkapkan Taufik Damas, tokoh muda Nahdlatul Ulama ini bahwa Ahok merupakan penganut nilai-nilai Gusdur. “Ahok ini sebenarnya manifestasi dari nilai-nilai yang diperjuangkan oleh Gusdur, Gusdur itu seorang Pluraris, artinya perbedaan agama, bagi Gusdur itu sudah tidak jadi masalah, semua orang itu setara dimata hukum, dimata undang-undang, dihadapan Negara,” ungkapnya.

Menurut Taufik, bagi Gusdur sama sekali tidak keberatan ketika Jakarta atau wilayah manapun di Indonesia dipimpin oleh orang non muslim. Karena di Indonesia ini setiap warga Negara memiliki hak dan kewajiban yang sama. Berbagai ragam agama berhak memimpin Indonesia, karena itu merupakan warisan bhineka tunggal ika.

“Artinya dengan bahasa yang lebih tegas, gagasan Gusdur ingin menegaskan bahwa di Indonesia ini tidak ada masyarakat kelas dua, tidak ada masyarakat kelas satu, semuanya sama, warga Negara statusnya, “ imbuhnya.

Kondisi politik saat ini berimbas kepada isu SARA hingga perbedaan pilihan dalam kontestasi politik Pilkada. Fenomena politik yang terjadi pada Ahok, cukup menyedot energi bagi masyarakat demokrasi. Dinamika politik yang terjadi saat ini mesti disikapi dengan kepala dingin karena perbedaan merupakan hal yang wajar dalam berdemokrasi.

Dalam alam demokrasi selalu diwarnai dengan demonstrasi yang merupakan hak setiap orang untuk menyampaikan aspirasi.  Demo 411 dan 212 yang lalu adalah bentuk demokrasi yang memang ditegakkan dalam kebebasan berpendapat yang damai dan tertib.

Demo 411 dan 212 yang dilakukan pada saat itu meminta tuntutan kepada pemerintah untuk mengadili Ahok mengenai kasus penodaan agama yang dituduhkan kepadanya .

Dikatakan Taufik, apapun keputusannya yang dijatuhkan terhadap Ahok harus dihargai. Sebagai umat muslim dan warga Negara Indonesia, dengan adanya fenomena Ahok dalam demokrasi pilkada ini diharapkan wajah Indonesia menjadi contoh dalam berbangsa dan bernegara yang baik di mata dunia.

Harapan bangsa Indonesia bangkit memimpin dunia dalam segala aspek kehidupan, baik dibidang infrastruktur, teknologi, dan keadabannya dapat memberikan contoh kepada dunia. (Kabari1008/foto:1008)