KabariNews – Untuk kedua kalinya Anniesa Hasibuan tampil di ajang mode terbesar di New York, Amerika Serikat, ia menampilkan koleksi musim gugur dan musim dinginnya di New York Fashion Week (NYFW) 2017.

Kepiawaian tangan seorang perancang mode khusus busana muslim dengan jilbab atau hijabnya ini diawali pada tahun 2015, meski waktu yang cukup singkat untuk bisa menjadi desainer terbaik di tanah air, Anniesa tak ragu mengembangkan sayapnya hingga ke mancanegra.

Meski demikian, ia mengaku proses yang bisa dibilang singkat tersebut ternyata untuk melewati setiap detiknya menjadi pengalaman yang sangat berharga, “Buatku setiap detik itu adalah proses yang sangat berharga, jadi buatku itu adalah waktu yang sangat lama, karena belajar itu kan setiap detik, “ tukas Anniesa saat ditemui Kabari disela acara New York Fashion Week, Amerika Serikat.

Perancang muda Indonesia ini meluncurkan koleksi hijabnya sebagai pelopor fashion muslim di NYFW menuai kesan sangat terharu bagi dirinya, “Kesannya pasti seneng banget, terharu, akhirnya kita bisa diapresiasi oleh media internasional, sekelas shooping post, buatku ini adalah salah satu tonggak supaya aku ini bisa terus berkarya yang lebih baik lagi, kalau dibilang hijabku yang pertama ya ini identitasku jadi kemanapun, di runway manapun aku harus bisa membawa identisasku yaitu sebagai muslim  fesyen desainer , “ ungkap Anniesa dengan bangga.

Saat tampil di NYFW tahun lalu, Anniesa membawa tema dan konsep yang berbeda, ia mengangkat warna-warna pasta yang lebih berwarna dan simple, untuk konsep sendiri membawa filosofi Jakarta, untuk tampil yang kedua, ibu satu anak ini lebih bermain dengan warna-warna dark, gold, lebih ke filosofi karakter dari perasaan seorang perempuan yang tidak luput dari sebuah drama.

Menanggapi perbedaan desain antara Indonesia dan Amerika, ia menilai tidak terlalau banyak perbedaan, “ Cuman aku harus menyesuaikan ketika harus memasuki panggung New York Fashion Week, kita harus membuat desain itu lebih seperti international look, jadi harus bisa diterima disemua kalangan pecinta fesyen, dengan membawa budaya Indonesia tetapi kita  tampilkan di new York, jadi kita harus bisa mengkombinasi, “ katanya.

Hasil karya yang ditampilkan Anniesa diawali dengan belajar sendiri atau otodidak, diakuinya untuk lebih mendalami karirnya, ia lebih banyak riset, melihat seperti apa perkembangan mode fesyen di Indonesia dan internasional, belajar dengan desainer lainnya, serta mencari pengalaman dari desainer seniornya.

Memilih desainer favorit, Anniesa lebih suka kepada desainer Sinead Doyle, yang dianggapnya bisa memberikan pelajaran, intinya harus tetap terus belajar hal postitf, humble, bagi dirinya, Sinead merupakan desiner  yang selalu kasih arahan serta dukungan.

Sebagai wanita yang memilki karir, ia tetap menajalani sebagai seorang perempuan sesuai kodratnya, “Kita harus tetap berkarir, kita harus tetap berkarya sesuai dengan talent dan passion nya, tapi kita juga jangan lupa dengan kodrat kita sebagai seorang istri, seorang ibu, jadi kita harus balance, “ pungkasnya.