KabariNews – Pasca-terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat, salah satu kebijakan Donald Trump adalah mendeportase pendatang gelap di Negeri Paman Sam. Kebijakan ini membuat para imigran ilegal mulai ketakutan akan didatangi oleh para petugas imigrasi.

Menurut Jason Lie, pengacara Indonesia yang tinggal di Amerika Serikat mengatakan apabila Anda bekerja di daerah yang banyak imigran gelap  maka Anda akan mudah dideteksi oleh petugas Imigrasi.

“Saya kasih contoh dari kasus-kasus sebelumnya yang sudah terjadi. Pertama: tempat bekerja. Tidak peduli banyak atau sedikit imigran gelap yang bekerja di sana. Kalau banyak orang kerja di sana, kemungkinan besar sudah diketahui imigrasi dan kemungkinan besar sudah menjadi target untuk didatangi oleh petugas imigrasi  Kalau tempat kerja yang hanya sedikit imigran gelap yang bekerja di sana, ada kasus-kasus sebelumnya dimana ada pegawai di sana yang warga negara Amerika yang mugkin cemburu atau bertengkar dengan orang imigran gelap dan dia lapor ke imigrasi, nah imigrasi sudah mempunyai informasi-informasi siapa yang kerja di sana dan mereka akan datang untuk cek,” jelas Jason.

Untuk menghindari dan memperkecil kemungkinan untuk ditangkap pihak imigrasi, Jason berbagi tips agar memilih tempat tinggal yang bisa membantu menghindari deportase.

“Kalau bisa tinggal di daerah yang dianggap sanctuary city, karena di situlah imigrasi tidak dapat bekerja sama dengan pemerintah lokal. Lalu  sebisa mungkin menghindari  tindakan kriminal,” terangnya.

Jason berharap jika ada polisi yang menanyakan nama atau tanggal lahir, harus jujur agar tidak berurusan dengan kepolisian. “Kalau polisi tanya sama kita tentang nama dan tanggal lahir, janganlah kita memberikan nama palsu, karena jika ketahuan akan dituntut negara yang bersangkutan. Kalau ada kasus dipengadilan harus selalu datangin dan tepat waktu, kalau bisa juga jangan bertengkar dengan suami atau istri karena kita akan dianggap melakukan sesuatu yang salah,” pungkas Jason. (Kabari1006)