KabariNews – Saat ini Amerika Serikat adalah negara dengan perekonomian terbesar di dunia.  Produk Domestik Bruto mencapai 17 Triliun Dollar. Tak hanya itu, konsumsi domestik di Amerika sangat besar dan beragam. Hal ini membuat Negeri Paman Sam menjadi tujuan berbagai negara untuk menjual beragam produk di negara yang dipimpin Donald Trump ini.

Menurut Reza Pahlevi, Atase Perdagangan KBRI  Washington DC, dengan potensi besar ini, Amerika menjadi pasar ekspor.  Karena itu, Reza membagi informasi penting bagi Anda pelaku usaha yang ingin menjual produk ke Amerika Serikat.

“Yang perlu diperhatikan adalah segmennya. Karena besarnya konsumen ini maka pelaku harus membuat target pasarnya , lalu juga harus cari yang nismarket. Dan yang tak kalah penting kita harus mengetahui customer preference dan juga shopping behavior mereka. Intinya para eksportir atau UKM kita harus kreatif, prepare dan harus gigih menembus pasar Amerika,” terang Reza.

Lanjut Reza dalam abad 21 ini promosi online merupakan hal penting. “Berdasarkan data 75 % konsumen di Amerika belanja online. Jadi promosi seperti website, facebook, twitter. Ini perlu ditingkatkan terus. Kita perlu menambahkan nilai tambah atas produk kita. Jadi jangan bosan untuk melakukan inovasi baru dan memperbaiki produk kita. Mulai dari packaging sehingga kita bisa bersaing dengan pesaing kita di Asia kayak Vietnam, Thailand dan Malaysia,” ucap Reza.

Dalam memasarkan produk di Amerika, tentu pelaku usaha membutuhkan distributor ataupun agen. Reza memberi saran agar pelaku usaha di Indonesia bisa menggunakan para diaspora yang tinggal di Amerika. “Jadi diaspora- diaspora kita yang ada di sini, di San Francisco, Los Angeles ini memainkan peran penting dalam memasarkan produk-produk Indonesia. Jadi diaspora ini adalah ujung tombak kita sebenarnya,” tukasnya.

Hal lain yang tak penting untuk diperhatikan adalah lokasi- dagang di Amerika. Sebut saja Los Angeles, New York, Atlanta, dan Texas bisa menjadi pilihan pelaku bisnis untuk menjadi produknya di negara bagian tersebut. “Perlu memperhatikan harga produk, ambil untung harus reasonable margin. Juga perlu memahami regulasi,” tutupnya. (Kabari1009/foto:ist)