Angin segar kembali berhembus kepada Indonesia. Qlue, pengembang platform smart city terkemuka di Indonesia, terpilih menjadi satu diantara 11 Start-up dari seluruh dunia pada GSMA Ecosystem Accelerator Innovation Fund gelombang ketiga. Qlue menjadi satu-satunya start-up asal Indonesia yang terpilih pada periode kali ini.

Program Ecosystem Accelerator Innovation Fund dari GSMA didukung oleh Departemen/Kementerian Pembangunan Internasional Britania Raya, Pemerintah Australia, GSMA dan anggotanya, yang bertujuan membangun kemitraan antara operator dan start-up untuk meningkatkan jangkauan layanan inovatif telepon seluler. Layanan ini kemudian diharap dapat mendorong perubahan sosio-ekonomi yang positif untuk mendukung program pengembangan yang dijalankan para pemangku kebijakan.

“Kami sangat senang dan bangga terpilih dalam program GSMA. Kami percaya dengan berbagi visi dan berkolaborasi dengan pihak lain akan lebih membawa dampak sosial di Indonesia seperti yang kami lakukan selama ini.” ujar Rama Raditya, CEO Qlue.

Berdasarkan data dari Bank Dunia, lebih dari setengah populasi Indonesia hidup di perkotaan. Diprediksi pada tahun 2025, jumlah tersebut akan meningkat sekitar dua pertiga. Hal ini yang menyebabkan Indonesia, sebagai negara kepulauan dan negara nomor 4 dengan populasi terpadat di Dunia, memiliki tantangan tersendiri dalam menata perkotaannya.

Dengan platform yang dimilikinya, Qlue memungkinkan Pemerintah Daerah untuk semakin mudah memformulasikan kebijakan bagi pembangunan daerahnya. Berbagai potensi permasalahan yang ada di Kota/Kabupaten dapat diindikasi dengan lebih cepat dalam satu dashboard. Semua data yang terkumpul di dalam dashboard ini akan ditampilkan secara geospasial sehingga mempermudah pemerintah memahami dan mengatasi persoalan yang ada di Kota/Kabupaten. Hal ini sejalan dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), GSMA berpendapat bahwa solusi Smart City yang ditawarkan oleh Qlue merupakan sebuah terobosan baru dalam mewujudkannya.

Selain mengembangkan platform bagi Pemerintah, Qlue juga mendorong terwujudnya smart citizen melalui aplikasi smartphone. Masyarakat diajak berkontribusi mendukung pembangunan di Kota/Kab. Jumlah pengguna aplikasi Qlue saat ini telah mencapai 600.000 diseluruh Indonesia dan mayoritas berada di Kota/Kab yang telah bekerjasama menjadi mitra Qlue. Melalui fitur chat pada aplikasi Qlue, pengguna dapat berinteraksi dengan sesama maupun pemerintah secara langsung.

Perubahan positif yang selalu menjadi misi Qlue dapat tercipta melalui kolaborasi seluruh elemen seperti Pemerintah, Masyarakat dan Stakeholder lain. Dengan adanya Program Ecosystem Accelerator GSMA, Qlue akan terus berkomitmen mendorong terwujudnya smart nation di Indonesia melalui inovasi teknologi karya anak negeri.

“Dengan dana tersebut, kami akan menerapkan solusi lengkap kota cerdas yang melibatkan teknologi: seluler/mobile, AI, IoT dan bimbingan teknis penggunaan platform smart city yang terkoneksi dengan aplikasi Qlue” ujar Rama

Qlue telah berpengalaman membantu menerapkan kota cerdas di Jakarta melalui Jakarta Smart City. Pencapaian tersebut menjadi tonggak bersejarah bagi Qlue untuk mengembangkan kota-kota cerdas lainnya di Indonesia. Nantinya Kota/Kabupaten yang terpilih menjadi mitra Qlue diharap akan merasakan dampak positif secara sosial ekonomi serta menjadi contoh bagi daerah lain.

Platform yang dikembangkan Qlue telah dipakai beberapa Pemerintah daerah di Indonesia. Selain DKI Jakarta, Qlue berada di Kota Manado, Kota Bengkulu, Kota Sibolga, Kota Cilegon, Kota Tomohon, Kota Gorontalo, Kota Bitung, Kota Sibolga, dan Kabupaten Luwu Utara. Selain dipakai oleh Pemerintah daerah, Qlue juga turut mendukung instansi Nasional seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk mendata dampak bencana Bima (2016) dan Lombok (2018) serta Kepolisian.