Pandemi virus corona atau covid-19 yang memaksa orang-orang untuk berdiam diri di rumah membuat ekonomi melemah. Bahkan sebagian para pelaku usaha banyak mengalami penurunan omset.

Hal ini membuat seorang pelaku usaha Miske Niharda yang sehari-hari mengelola usaha produksi sepatu, beralih pada usaha kuliner khas Nusantara untuk survive akibat pandemi.

Bagi Miske, memilih usaha kuliner di tengah pandemi karena banyak orang yang membutuhkan makanan dengan layanan pesan antar.

“Karena makanan pada saat pandemi ini sangat dibutuhkan dan orang orang takut keluar jadi dengan memesan makanan di Niharchaniago bisa tunggu dirumah makanan siap datang,” ungkap Miske yang sejak tahun 1997 belajar membuat rendang.

Usaha yang berlabel Niharchaniago ini menawarkan menu Rendang Daging dan Kepala Ikan Kakap, yang masing-masing di bandrol dengan harga mulai dari seratus dua puluh lima ribu hingga tiga ratus lima puluh ribu rupiah.

Usaha kuliner miliknya mendapat banyak respon positif dan konsumen pun sering mengulang order, diakui Miske, Rendang miliknya memiliki keistimewaan tersendiri yakni resepnya asli dibuat dari Bukit Tinggi, Padang, Sumatera Barat.

Dalam setiap usaha yang namanya persaingan itu pasti ada, namun bagi Miske, menyikapi sebuah persaingan dia lebih percaya diri dengan cita rasa masakan yang ditawarkan.  
“Persaingan pasti ada hanya Niharchaniago tak memikirkan itu sebab kami selalu mengutamakan mutu dan rasa sehingga tak ditinggal oleh konsumen,” katanya yang mempromosikan usahanya melibatkan media sosial.

Di tengah pandemi, Miske gigih berjuang, terus berusaha demi laju perekonomian yang melemah akibat pandemi Covid-19 ini usaha sepatu yang dirintisnya kini sdang mengalami penurunan omset.

Ia berharap, usai pandemi nanti akan terus mengembangkan usaha kuliner masakan khas Nusantara hingga mendunia.