Kesemutan
ini juga muncul lebih sering pada diabetesi yang mengalami masalah dalam
mengontrol glukosa darah. Sama halnya dengan mereka yang memiliki kadar lemak
dalam darah dan tekanan darah tinggi serta yang mengalami kelebihan berat
badan.

Kontrol Gula Darah

Kesemutan pada diabetesi terjadi karena adanya gangguan di pembuluh darah
kapiler yang kecil-kecil atau kerusakan pada pembuluh darah tepi.

Untuk mengatasi kesemutan, hal pertama yang mesti dilakukan adalah mengontrol
gula darah. Vitamin khusus untuk saraf, yaitu obat turunan vitamin B.

Setiap gejala kesemutan harus segera ditangani dengan benar. Bila kesemutan
terkait dengan penyakit tertentu, cara mengatasinya adalah dengan mengelola
penyakitnya.

Pada diabetes misalnya, pengendalian kadar gula darah dalam batas normal dapat
mencegah perburukan gejala. Pengendalian gula darah dapat dilakukan dengan
konsumsi obat secara teratur dan diet.

Kesemutan dapat diminimalisasi dengan pemberian obat yang bisa merangsang
perbaikan serabut saraf yang rusak dengan metilkolbalamin yang diresepkan
dokter. Sirkulasi darah harus diperlancar dengan rutin olahraga dan mengasup
makanan sehat, serta tidak merokok.

Kesemutan Dan Neuropati

Kesemutan atau paresthesia dalam istilah medis merupakan sensasi spontan yang
abnormal pada daerah persarafan tertentu. Secara normal, manusia bisa merasakan
sensasi tertentu setelah ada rangsangan atau stimulus yang sesuai. Contohnya,
merasa, meraba, menyentuh, menekan, nyeri, dan sebagainya.

Sensasi tersebut baru muncul bila ada stimulus. Dan sensasinya, tentu saja,
harus sesuai dengan stimulusnya. Jadi kalau kita diraba, ya kita akan merasakan
sensasi diraba. 

Sementara pada paresthesia,
sensasinya muncul spontan tanpa ada stimulus. Bisa berupa rasa panas seperti
terbakar, tidak enak, kesemutan, seperti ditusuk-tusuk.
Paresthesia atau kesemutan
adalah terminologi untuk suatu gejala dan bukan diagnosis penyakit. Itu
sebabnya, gejala paresthesia bisa
dijumpai pada berbagai penyakit yang mengenai saraf, terutama saraf di bagian
perifer.

Berbagai Penyebab

Sebagai gambaran, sistem saraf manusia terbagi atas saraf sentral (otak dan
sumsum tulang) dan perifer, yaitu serabut saraf yang keluar dari sentral menuju
organ-organ yang perlu dipersarafi seperti kulit, otot, organ dalam perut,
jantung, dan sebagainya. Jadi mirip komputer yang memiliki unit pemrosesan
sentral (CPU) dan tersambung dengan kabel konektor.

Gejala antara paresthesia dan
neuropati sangat berbeda. Pada neuropati, kesemutan yang muncul sangat khas.
Biasanya di telapak kaki kemudian telapak tangan serta simetris kanan dan kiri.

Pada kelainan di sumsum tulang atau otak, daerah yang mengalami kesemutan
sangat bervariasi, tergantung lokasi saraf yang terkena. Pada kasus neuropati
yang lebih berat, kesemutan bisa diikuti rasa nyeri atau gangguan gerak pada
tangan dan kaki.

Untuk Share Artikel ini, Silakan Klik www.KabariNews.com/?31583

Mohon Memberi Nilai dan Komentar di bawah Artikel ini

_____________________________________________________

Supported by :

MedicIns

Lebih dari 10 Program Asuransi Kesehatan

Klik www.TryApril.com      Email : Info@ThinkApril.com

Telp. 1-800 281 6175

About The Author

5 Responses

  1. Anonymous

    info ini sangat berguna bagi saya sebagai penderita neuropati (benar bahwa telah terjaga kadar gula darah 120/mg tetap saja saya merasa kaki nyeri & kebal, bagaimana solusinya padahal saya telah banyak obat dari dokter syaraf

  2. Anonymous

    Tulisan Sdr. Amir Hamzah berjudul “Kesemutan, Bisa Jadi Gejala Diabetes” yang dipublish pada bulan September 2008, menarik untuk disimak. Saya pernah mengalami gejala itu, bahkan lebih gawat lagi. Misalnya, hampir semua badan gatal-gatal, selalu haus dan lapar, mata mengantuk, dan badan menjadi lemas. Akhirnya, Saya divonis terkena diabetes. Akibatnya, semua aktivitas saya di kantor dan di rumah menjadi sangat terganggu. Menyedihkan sekali. Beberapa tahun sebelumnya, ibunda tercinta, meninggal akibat diabetes, bahkan harus diamputasi.

    Pengendalian gula darah dapat dilakukan dengan konsumsi obat secara teratur dan diet. Syukur Alhamdulillah, sudah lebih lima tahun saya tidak lagi tergantung dengan obat diabetes dan dokter. Saya sudah dapat ‘menyembuhkan’ sendiri penyakit diabetes. Saya dapat mengontrol diri apakah kadar gula darah normal atau tidak normal. Apabila kadar gula darah melewati batas normal, maka saya tidak perlu obat medis diabetes. Saya cukup ‘memakan’ ramuan herbal sehat yang saya racik sebagai obat khusus diabetes.

    Orang sehat yang makan ramuan herbal saya, akan tambah sehat, tidak ada dampak sama sekali. Bagi penderita diabetes, akan lebih sehat dan Insya Allah semakin sehat. Perubahan jasmani bisa dirasakan dan dibuktikan dalam kurun waktu beberapa hari, kurang dari seminggu. Si penderita, tidak lagi tergantung obat yang harus dimakan setiap hari. Padahal secara medis, penyakit diabetes tidak bisa disembuhkan.

    Ramuan obat herbal ini, kami daftarkan patennya ke Direktorat Jenderal HAKI, Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. Bila para pembaca Majalah Kabari ada yang menderita diabetes atau sakit gula darah, silakan dapat menghubungi Munandar. Kantor: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jalan Jend. Gatot Subroto No. 10, Jakarta Selatan 12710, Telp (021) 5225711 ext 357 atau HP 081386559931. Mudah-mudahan saya dapat membantu bapak/ibu penderita diabetes.
    Hormat dan salam
    Munandar

  3. Anonymous

    Tulisan Sdr. Amir Hamzah berjudul “Kesemutan, Bisa Jadi Gejala Diabetes” yang dipublish pada bulan September 2008, menarik untuk disimak. Saya pernah mengalami gejala itu, bahkan lebih gawat lagi. Misalnya, hampir semua badan gatal-gatal, selalu haus dan lapar, mata mengantuk, dan badan menjadi lemas. Akhirnya, Saya divonis terkena diabetes. Akibatnya, semua aktivitas saya di kantor dan di rumah menjadi sangat terganggu. Menyedihkan sekali. Beberapa tahun sebelumnya, ibunda tercinta, meninggal akibat diabetes, bahkan harus diamputasi.

    Pengendalian gula darah dapat dilakukan dengan konsumsi obat secara teratur dan diet. Syukur Alhamdulillah, sudah lebih lima tahun saya tidak lagi tergantung dengan obat diabetes dan dokter. Saya sudah dapat ‘menyembuhkan’ sendiri penyakit diabetes. Saya dapat mengontrol diri apakah kadar gula darah normal atau tidak normal. Apabila kadar gula darah melewati batas normal, maka saya tidak perlu obat medis diabetes. Saya cukup ‘memakan’ ramuan herbal sehat yang saya racik sebagai obat khusus diabetes.

    Orang sehat yang makan ramuan herbal saya, akan tambah sehat, tidak ada dampak sama sekali. Bagi penderita diabetes, akan lebih sehat dan Insya Allah semakin sehat. Perubahan jasmani bisa dirasakan dan dibuktikan dalam kurun waktu beberapa hari, kurang dari seminggu. Si penderita, tidak lagi tergantung obat yang harus dimakan setiap hari. Padahal secara medis, penyakit diabetes tidak bisa disembuhkan.

    Ramuan obat herbal ini, kami daftarkan patennya ke Direktorat Jenderal HAKI, Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. Bila para pembaca Majalah Kabari ada yang menderita diabetes atau sakit gula darah, silakan dapat menghubungi Munandar. Kantor: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jalan Jend. Gatot Subroto No. 10, Jakarta Selatan 12710, Telp (021) 5225711 ext 357 atau HP 081386559931. Mudah-mudahan saya dapat membantu bapak/ibu penderita diabetes.
    Hormat dan salam
    Munandar

  4. Anonymous

    Mohon maaf, judul artikel respons saya salah dan sangat mengganggu. Judul yang salah adalah Alhamdulillah, Kesemutan Bisa Jadi Gejala Diabetes!: Mudah-mudahan Diabetes Bisa Disembuhkan. SEHARUSNYA Kesemutan Bisa Jadi Gejala Diabetes!: Alhamdulillah,Mudah-mudahan Diabetes Bisa Disembuhkan

  5. Anonymous

    JUDUL dari Komentar saya atas tulisan yang menarik dari Sdr. Amir Hamzah, ada kesalahan yang mengganggu. Bukannya Alhamdulillah, Kesemutan Bisa Jadi Gejala Diabetes!: Mudah-mudahan Diabetes Bisa Disembuhkan. SEHARUSNYA Kesemutan Bisa Jadi Gejala Diabetes!: Alhamdulillah,Mudah-mudahan Diabetes Bisa Disembuhkan.Salam, Munandar

Leave a Reply