Pada abad ke-17 berdiri Kesultanan Mataram pimpinan Ki Ageng
Pemanahan bergelar Panembahan Senopati. Kerajaan ini berdiri di atas
tanah pemberian Sultan Hadiwijaya atau dikenal sebagai Jaka Tingkir,
penguasa Kerajaan Pajang karena Ki Ageng Pemanahan membantunya memerangi
Arya Penangsang, Adipati dari Jipang.

Sebelumnya, Kerajaan Mataram sudah berdiri sejak abad ke-8 dengan
nama lain Kerajaan Medang yang berbasis agama Hindu. Kerajaan ini
berpusat di Jawa Tengah dan pindah ke Jawa Timur sebelum akhirnya
runtuh.

Sementara Kerajaan Mataram dengan Raja Panembahan Senopati disebut
juga Kesultanan Mataram yang berbasis Islam. Kesultanan inilah yang
menjadi cikal bakal Kesultanan Yogyakarta sekarang.

Perpecahan

Pada permulaan abad ke-18, Kesultanan Mataram diperintah oleh Sri Sunan
Paku Buwono ke II. Setelah beliau mangkat, terjadilah pertikaian
keluarga, antara salah seorang putra beliau dengan salah seorang
adiknya. Pertikaian ini merupakan hasil hasutan penjajah Belanda.

Pertikaian akhirnya diselesaikan lewat Perjanjian Giyanti tahun 1755.
Pokok perjanjian itu membagi Kerajaan menjadi dua, yakni Kerajaan
Surakarta Hadiningrat (Solo-red) di bawah pemerintah putera Sunan Paku
Buwono ke-III, dan Kerajaan Ngayogyakarta
Hadiningrat (Yogyakarta-red) di bawah pemerintahan adik kandung Sri
Sunan Paku Buwono ke-II yang kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono I.

Pada tahun 1813, Sri Sultan Hamengku Buwono I, menyerahkan sebagian
wilayah Kerajaannya yang terletak di sebelah Barat sungai Progo, kepada
salah seorang puteranya yang bernama Pangeran Notokusumo untuk membangun
pemerintah sendiri. Pangeran Notokusumo selanjutnya bergelar Sri Paku
Alam I dengan daerah kekuasaan disebut Adikarto.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, keturunan kedua raja tersebut, yakni Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII menyatakan bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia, melalui amanat 5 September 1945. (yayat)

Untuk share artikel ini, Klik www.KabariNews.com/?36217

Untuk melihat artikel Utama lainnya, Klik di sini

Klik di sini untuk Forum Tanya Jawab

Mohon beri nilai dan komentar di bawah artikel ini
_______________________________________________________________

Supported by :



About The Author

Leave a Reply