Makanan memiliki peran penting dalam menentukan bagaimana tubuh dan otak berfungsi dalam jangka panjang. Beberapa makanan mampu menjaga energi, melindungi sel saraf, dan mendukung daya ingat. Namun, ada juga jenis makanan yang justru memberikan dampak sebaliknya meningkatkan gula darah, memicu peradangan, dan mengganggu kualitas tidur. Dalam jangka waktu panjang, hal ini dapat merusak fungsi kognitif dan daya ingat.
Berikut enam jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi dengan hati-hati karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan otak.
1. Camilan Ultra-Prose
Camilan seperti keripik kemasan, biskuit, permen, dan kue kering sering kali mengandung tepung olahan, gula tambahan, lemak industri, serta bahan aditif. Penelitian terhadap hampir 11.000 orang dewasa menunjukkan bahwa mereka yang mendapatkan lebih dari 20 persen asupan kalori harian dari makanan ultra-proses mengalami penurunan fungsi kognitif 28 persen lebih cepat dibanding mereka yang konsumsi makanannya lebih alami. Sebagai alternatif, pilih camilan sehat seperti apel dengan selai kacang atau yogurt dengan buah beri.
2. Ikan Tuna Kaleng
Konsumsi tuna kaleng sebaiknya dibatasi hanya sekali seminggu, karena ikan ini mengandung kadar merkuri tinggi. Merkuri dapat menumpuk dalam tubuh dan mengganggu sistem saraf pusat, bahkan berisiko menyebabkan Alzheimer di masa depan. Namun, bila dikonsumsi dalam jumlah wajar sekitar 100 gram per minggu tuna tetap aman. Untuk pilihan lebih sehat, ganti dengan salmon kaleng yang lebih rendah merkuri dan kaya asam lemak omega-3 serta vitamin D.
3. Daging Olahan
Daging olahan seperti bacon, sosis, dan daging asap biasanya mengandung nitrit, garam, dan lemak jenuh yang tinggi. Kombinasi ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan peradangan ringan yang merusak otak seiring bertambahnya usia.
Penelitian terhadap hampir 500.000 orang menemukan bahwa setiap tambahan 25 gram daging olahan per hari (setara satu potong bacon) meningkatkan risiko demensia hingga 44 persen. Untuk menjaga kesehatan otak, konsumsi daging olahan hanya sesekali dan pilih sumber protein seperti ikan rendah merkuri, unggas, kacang, dan biji-bijian.
4. Margarin dan Mentega
Margarin sebelumnya banyak dibuat dengan minyak terhidrogenasi parsial (lemak trans buatan) yang dapat menurunkan fungsi kognitif, meningkatkan kolesterol, serta memicu peradangan. Meskipun bahan ini kini sudah dilarang di banyak negara, kandungan lemak jenuh yang tinggi pada mentega dan margarin tetap perlu diwaspadai.
Disarankan untuk membatasi lemak jenuh hingga kurang dari 10 persen dari total kalori harian dan memilih produk dengan kandungan lemak trans nol.
5. Kentang Goreng dan Makanan Digoreng Lainnya
Makanan seperti kentang goreng, ayam goreng, dan donat dapat memicu peradangan dan mempercepat penuaan otak. Proses menggoreng pada suhu tinggi menghasilkan zat berbahaya seperti acrylamide dan advanced glycation end products (AGEs) yang dapat memengaruhi suasana hati dan memicu gangguan kecemasan serta depresi. Sebuah penelitian bahkan menemukan bahwa konsumsi kentang goreng berlebihan meningkatkan risiko kecemasan sebesar 12 persen dan depresi sebesar 7 persen.
Untuk alternatif lebih sehat, rendam potongan kentang dalam air selama 10 menit sebelum digoreng agar kadar acrylamide berkurang.
6. Karbohidrat Olahan
Makanan seperti roti putih, nasi putih, dan kue dari tepung terigu olahan dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan peradangan. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, hal ini dapat mengganggu hubungan antara usus dan otak, yang berdampak pada penurunan daya ingat serta kesulitan berkonsentrasi. Sebaiknya imbangi dengan makanan berserat tinggi seperti roti gandum utuh, beras merah, atau oatmeal untuk menjaga kesehatan pencernaan dan otak.
Keseimbangan pola makan menjadi kunci utama dalam menjaga fungsi otak. Mengurangi konsumsi makanan olahan dan menggantinya dengan bahan alami serta bergizi dapat membantu melindungi otak agar tetap sehat dan tajam hingga usia lanjut.
Sumber Foto: Dzenina Lukac / Pexels.com
Baca Juga:
- Artscience Museum Dan Oceanx Mengajak Pengunjung Menjelajahi Dunia Bawah Laut Luar Biasa Yang Jarang Terlihat Oleh Manusia
- La Maison De L’Indonésie Perkuat Diplomasi Ekonomi ASEAN Lewat Kunjungan ke Rungis Market Paris
- Akselerasi Digitalisasi UMKM Banjarmasin Lewat Program Kota Masa Depan
- Grab Luncurkan Corporate Dine Out, Urusan Jamuan Makan Kantor Kini Bebas Reimburse!
- 17 Tahun Kemudian, Slank Kembali Mengoyang Panggung Java Jazz

