Serat kini semakin mendapat perhatian, terutama dengan munculnya tren seperti fibermaxxing. Hal ini tentu menjadi kabar baik karena banyak yang masih kekurangan asupan serat harian.
Namun, pada kondisi tertentu, beberapa orang justru perlu membatasi konsumsi serat karena berbagai alasan kesehatan. Ahli gizi terdaftar Joni Rampolla, MBA, RDN, LDN, menjelaskan bahwa ketika gejala gangguan pencernaan kambuh—seperti kram, diare, mual, perut kembung, atau ketidaknyamanan pascaoperasi—dokter biasanya akan menyarankan pola makan rendah serat atau low-residue diet untuk sementara waktu.
Diet ini umumnya direkomendasikan bagi penderita penyakit radang usus (Inflammatory Bowel Disease/IBD) seperti Crohn dan kolitis ulseratif, pemulihan divertikulitis, pascaoperasi usus, terapi radiasi pada saluran pencernaan, penyempitan usus, diare berat, persiapan kolonoskopi, hingga beberapa kasus gastroparesis.
Tujuan utama diet rendah serat adalah membantu mengontrol gejala dan memberi waktu istirahat bagi usus selama masa pemulihan. Julie Davis, PA-C, RD, seorang asisten dokter sekaligus ahli gizi, menambahkan bahwa mengurangi serat dapat membantu mengatasi diare maupun rasa tidak nyaman di perut akibat konsumsi serat tinggi.
Memasak buah dan sayuran atau memilih versi kalengan juga dapat membantu memecah sebagian kandungan serat sehingga lebih mudah dicerna. Meski rendah serat, makanan ini tetap kaya nutrisi.
“Buah dan sayuran rendah serat tetap bisa memberikan hidrasi, vitamin, mineral, antioksidan, dan karbohidrat ringan sebagai sumber energi. Serat bukan satu-satunya alasan mengapa buah dan sayuran itu sehat,” jelas Rampolla.
Berikut tujuh buah dan sayuran rendah serat yang tetap bergizi bagi mereka yang perlu mengurangi asupan serat untuk sementara waktu.
- Paprika Kuning
Paprika kuning menjadi salah satu pilihan terbaik bagi orang yang ingin mengurangi konsumsi serat. Dalam setengah cangkir paprika kuning cincang hanya terdapat sekitar 1,1 gram serat.
Ahli gizi Brittany Brown, RD, IBCLC, CDE, mengatakan bahwa paprika kuning kaya vitamin C yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, paprika ini juga mengandung vitamin B, vitamin K, vitamin E, serta polifenol yang baik untuk kesehatan jantung dan metabolisme tubuh.
Paprika kuning cocok digunakan dalam berbagai masakan seperti sup, tumisan, pasta, hingga fajitas.
- Blewah
Blewah merupakan buah favorit banyak orang, baik anak-anak maupun orang dewasa, dan ternyata termasuk buah rendah serat. Dalam satu cangkir blewah potong hanya terdapat sekitar 1,4 gram serat.
Menurut Rampolla, blewah memiliki tekstur lembut dan kandungan air yang tinggi sehingga baik untuk hidrasi tubuh. Buah ini juga kaya vitamin C dan kalium yang mendukung kesehatan jantung dan sistem imun tanpa membebani pencernaan.
Blewah dapat dinikmati langsung, dicampur yogurt, smoothie, atau salad buah.
- Kentang Kupas
Kentang sebenarnya mengandung banyak serat pada bagian kulitnya. Karena itu, kentang tanpa kulit memiliki kandungan serat yang jauh lebih rendah, yakni sekitar 0,9 gram per setengah cangkir kentang matang.
Rampolla menjelaskan bahwa sebagian besar serat tidak larut berada pada kulit kentang sehingga kentang kupas lebih mudah ditoleransi tubuh. Selain itu, kentang juga kaya kalium yang baik untuk kesehatan jantung.
Kentang kupas bisa diolah menjadi kentang tumbuk, sup, kari, hingga campuran telur.
- Bayam
Meski dikenal sebagai sayuran sehat, bayam mentah sebenarnya hanya mengandung sekitar 0,7 gram serat per cangkir.
Para ahli menyarankan bayam dimasak terlebih dahulu agar seratnya semakin lunak dan lebih mudah dicerna. Brittany Brown mengaku sering menambahkan bayam segar atau beku ke dalam omelet, sup, dan pasta.
Bayam juga kaya zat besi yang penting untuk pembentukan sel darah merah, daya tahan tubuh, dan metabolisme energi.
- Pisang
Setengah buah pisang ukuran sedang mengandung sekitar 1,5 gram serat sehingga masih cocok dikonsumsi dalam diet rendah serat.
Rampolla menjelaskan bahwa tekstur pisang yang lembut membuatnya lebih mudah dicerna, terutama ketika sudah matang. Pisang juga kaya kalium untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dan vitamin B6 yang membantu produksi energi.
Pisang bisa dinikmati langsung atau dijadikan pelengkap roti panggang, oatmeal, maupun smoothie.
- Semangka
Semangka termasuk salah satu buah paling rendah serat, hanya sekitar 0,6 gram per cangkir potong.
Brittany Brown menyebut semangka sebagai buah favorit musim panas karena menyegarkan dan mudah ditoleransi tubuh. Selain rendah serat, semangka juga kaya vitamin C dan memiliki kandungan air yang sangat tinggi sehingga membantu menjaga hidrasi tubuh.
Semangka dapat disajikan sebagai pencuci mulut atau dicampur feta dan basil sebagai salad segar.
- Selada
Selada menjadi salah satu sayuran dengan kandungan serat paling rendah, hanya sekitar 0,05 gram per cangkir.
Meski begitu, beberapa ahli tetap menyarankan konsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi selada dalam diet rendah serat karena sayuran mentah membutuhkan kerja pencernaan lebih besar dibanding buah atau sayuran matang yang lembut.
Sumber Foto: Matheus Bertelli / Pexels.com
Baca Juga:
- Semakin Banyak Orang Tua di Indonesia Mengenalkan Bahasa Asing Sejak Dini, Apa Dampaknya bagi Perkembangan Anak?
- Isi Liburan Sekolah Anak dengan Pengalaman Baru
- Masih Sering Lakukan Ini Saat Online? Waspada, Risiko Kejahatan Siber Mengintai
- One B JKT Festival 2026 Angkat Budaya Betawi Lewat Seni, Kuliner dan Runway
- Boy Group K-Pop Lngshot Akan Hadir Di Nba Rising Stars Invitational

