Naomi Julia Soegianto adalah seorang pebisnis tangguh. Sejak 2017, Naomi mengikuti jejak ayahnya dengan mendirikan perusahaan emas bernama NJS Gold. Naomi merintis usaha, mendesain perhiasan emas dan memasarkannya ke berbagai wilayah Nusantara. Naomi menempatkan proses desain sebagai bagian terpenting, dengan keyakinan bahwa perempuan memiliki filosofi yang kuat dalam menentukan langkah hidup.

Kini NJS berkembang pesat dan menjadi salah satu gold manufacturing yang diperhitungkan di negeri ini. Independent Observer memiliki kesempatan berbincang dengan Naomi, pasca ia tampil sebagai speaker dalam acara Women Leadership Conference 2025 yang berlangsung pada 7 November 2025 kemarin.

Menurut Naomi, setiap perempuan bisa memulai bisnis. “Dengan passion atau pun tanpa passion,” ungkapnya tersenyum. Karena menurutnya, tidak mudah dalam membangun bisnis. Karena itu, setiap perempuan harus mampu mengukur kemampuannya. “Pebisnis itu lebih susah, karena harus ada bisnis plan-nya,” sambungnya.

Bagi Naomi, berkarya di industri perhiasan bukan semata pilihan bidang bisnis. “Saya menemukan banyak kekuatan dan filosofi berharga dari desain perhiasan yang mencerminkan kekuatan perempuan dan menghadapi berbagai musim kehidupan,” terangnya.

Meski bisnis menjadi pilihan Naomi, ia mengaku bahwa tidak mudah membangun dan mengembangkan bisnis. “Saya jalani bisnis dengan senang hati. Saya bersyukur bisnis yang ditekuni langsung menghasilkan. Saya bersyukur karena Tuhan selalu menyertai. Saya anggap sebagai keajaiban, karena bisa lebih cepat mendapatkan profit,” terang ibu dua orang anak ini.

Sebagai pebisnis, setiap keuntungan yang diperoleh, tidak digunakan untuk kepentingan pribadi. Naomi mengolah kembali untuk diversifikasi usaha. “Supaya usaha bisa berkembang,” ucapnya.

Dalam membangun bisnis, tidak selamanya berjalan lancar. Ada tantangan yang dihadapi. Yakni kompetitor dan membangun kepercayaan.

“Kompetitor itu banyak dan mereka punya modal besar, sementara saya gak punya modal sama sekali. Karena itu, saya harus memproduksi emas dengan kualitas baik agar tetap bisa bersaing. Terkait, kepercayaan, saya bersyukur para klien mempercayai saya, walaupun begitu, kepercayaan itu perlu dibangun,” tandas Naomi.

Di industry gold manufacturing, dengan pelaku usahanya mayoritas adalah pria, maka konsistensi dalam bisnis menjadi penting. “Delapan tahun ini, naik turun, tapi saya tetap konsisten. Saya tetap produksi, kualitas emas kita jaga. Karena konsisten kita bisa dipercaya,” tukasnya.

Karena telah melewati suka duka dalam berbisnis, satu hal yang pasti, Naomi tidak pernah memberhentikan karyawan, meski bisnis lagi sulit. “Jadi kita bikin sistem shift, jadi mereka bisa tetap kerja, jadi mereka tetap memiliki penghasilan,” katanya.

Tak hanya berhasil dalam bisnis, Naomi juga dikenal sebagai sosok yang kuat memberikan kepedulian sosial dan kemanusiaan. Bahkan baginya, perempuan harus berdaya dan mampu berdiri di atas kakinya sendiri.

Artikel ini juga dapat dibaca di Majalah Digital Kabari Edisi 220

Simak liputan Kabari dibawah ini