Tren penggunaan kolagen semakin populer di kalangan masyarakat, mulai dari campuran minuman hingga produk perawatan kulit yang diklaim mampu mengencangkan kulit dan mengurangi kerutan. Meski demikian, para dokter kulit menegaskan bahwa manfaat kolagen tidak seinstan yang dibayangkan.
Kolagen merupakan protein penting yang berfungsi menjaga struktur, kekencangan, dan elastisitas kulit. Namun, produksinya secara alami mulai menurun sejak usia pertengahan 20-an dan terus berkurang seiring bertambahnya usia. Hal ini menyebabkan munculnya tanda-tanda penuaan seperti garis halus dan kulit kendur.
Profesor klinis dermatologi, Mona Gohara, menjelaskan bahwa menjaga kolagen membutuhkan pendekatan menyeluruh. “Kolagen adalah kerangka yang menjaga kulit tetap kencang. Untuk mendukungnya, tidak cukup hanya satu cara, tetapi harus dirangsang, diberi nutrisi, dan dilindungi,” ujarnya.
Dalam hal perawatan, dokter kulit menilai penggunaan retinoid topikal menjadi salah satu cara paling efektif untuk merangsang produksi kolagen baru. Selain itu, vitamin C dan tabir surya juga berperan penting dalam menjaga kolagen yang sudah ada. “Paparan sinar matahari dapat merusak kolagen dan elastin, sehingga penggunaan sunscreen sangat penting,” kata dokter kulit Kavita Mariwalla.
Sementara itu, kolagen dalam produk skincare dinilai kurang efektif untuk membangun kembali kolagen di dalam kulit. Dokter kulit Dendy Engelman menyebutkan bahwa ukuran molekul kolagen terlalu besar untuk menembus lapisan kulit. “Kolagen topikal lebih berfungsi sebagai pelembap, bukan untuk membangun kolagen baru,” jelasnya.
Adapun suplemen kolagen yang banyak dikonsumsi saat ini akan dipecah menjadi asam amino di dalam tubuh. Meski sejumlah penelitian menunjukkan adanya peningkatan elastisitas dan hidrasi kulit, hasilnya dinilai masih bersifat moderat. “Suplemen kolagen tidak langsung menuju kulit, melainkan dipecah menjadi bahan pembangun yang diharapkan digunakan tubuh,” tambah Mariwalla.
Para ahli pun menyarankan masyarakat untuk lebih mengutamakan pola makan sehat sebagai sumber alami pembentukan kolagen. Konsumsi makanan kaya protein dan vitamin C seperti ikan, telur, buah-buahan, dan sayuran hijau dinilai lebih efektif dalam jangka panjang.
“Jika nutrisi bisa diperoleh dari makanan sehari-hari, itu selalu menjadi pilihan yang lebih baik,” kata Mariwalla.
Pada akhirnya, suplemen kolagen dapat digunakan sebagai pelengkap, tetapi bukan pengganti perawatan dasar. Dokter kulit menegaskan bahwa kunci utama menjaga kesehatan kulit tetap terletak pada kombinasi pola hidup sehat, perawatan kulit yang konsisten, serta perlindungan dari sinar matahari.
Sumber Foto: Ron Lach / Pexels.com
Baca Juga:
- Artscience Museum Dan Oceanx Mengajak Pengunjung Menjelajahi Dunia Bawah Laut Luar Biasa Yang Jarang Terlihat Oleh Manusia
- La Maison De L’Indonésie Perkuat Diplomasi Ekonomi ASEAN Lewat Kunjungan ke Rungis Market Paris
- Akselerasi Digitalisasi UMKM Banjarmasin Lewat Program Kota Masa Depan
- Grab Luncurkan Corporate Dine Out, Urusan Jamuan Makan Kantor Kini Bebas Reimburse!
- 17 Tahun Kemudian, Slank Kembali Mengoyang Panggung Java Jazz

