Pisang dikenal sebagai salah satu buah yang murah, lezat, dan kaya nutrisi, namun ternyata warna kulitnya bisa menjadi penanda penting terkait rasa dan kandungan gizinya. Para ahli gizi dan ilmuwan pangan mengungkap bahwa tingkat kematangan pisang mulai dari hijau, kuning, hingga cokelat memiliki perbedaan signifikan terhadap manfaat kesehatan yang ditawarkan.

Ilmuwan pangan Abbey Thiel menjelaskan pisang hijau menandakan kondisi belum matang, di mana kandungan pati masih tinggi dan gula rendah. “Teksturnya lebih keras karena didominasi pati,” ujarnya. Sementara itu, ahli gizi Melissa Jaeger menambahkan, “Pisang hijau mengandung lebih banyak serat dan pati resisten yang baik untuk kesehatan usus serta membantu mengontrol gula darah.”

Memasuki fase matang berwarna kuning, pisang menjadi lebih manis karena pati telah diubah menjadi gula sederhana. “Proses ini membuat pisang lebih lembut dan mudah dicerna,” kata Thiel. Ahli gizi Wan Na Chun menyebutkan bahwa pada tahap ini, pisang tetap kaya serat, kalium, vitamin B6, dan vitamin C, sehingga menjadi pilihan favorit banyak orang.

Adapun pisang yang sudah terlalu matang ditandai dengan warna cokelat dan bintik memiliki rasa yang jauh lebih manis karena hampir seluruh pati telah berubah menjadi gula. “Pisang ini sangat lembut dan cocok untuk bahan olahan seperti kue,” jelas Chun, meski ia mengingatkan bahwa kadar gula yang tinggi bisa memicu lonjakan gula darah lebih cepat.

Para ahli sepakat waktu terbaik mengonsumsi pisang bergantung pada kebutuhan tubuh. “Jika ingin menjaga gula darah tetap stabil, pilih pisang yang masih agak hijau. Namun untuk energi cepat, pisang matang lebih mudah dicerna,” ujar Thiel. Ia juga menyarankan mengombinasikan pisang dengan sumber protein seperti yogurt atau selai kacang agar energi bertahan lebih lama.

Dengan berbagai manfaat tersebut, pisang tetap menjadi camilan praktis dan bergizi, baik dimakan langsung maupun diolah. Bahkan, proses pematangannya pun bisa dipercepat dengan menyimpannya dalam kantong kertas, berkat gas alami etilen yang dihasilkan buah ini.

Sumber Foto: felix rosa / Pexels.com

Baca Juga: