Band rock Reborn meramaikan industri musik Tanah Air dengan merilis single ketiga berjudul Bintang Jalan Raya. Lagu ini mengangkat tema dunia otomotif, khususnya kecintaan terhadap motor.

Vokalis Reborn, Raden Mas Abdillah Albert atau yang akrab disapa Allan, mengungkapkan lagu tersebut lahir dari pengalaman pribadinya sebagai pecinta motor. Ia juga terlibat langsung dalam proses penulisan dan komposisi lagu.

“Lagu Bintang Jalan Raya ini murni cerita kecintaan saya terhadap motor. Saya yang menulis dan mengomposernya sendiri. Saat naik motor, ada perasaan yang berbeda dan itu yang ingin saya tuangkan ke dalam lagu,” ujar Allan.

Allan menambahkan, lagu ini memiliki karakter musik yang enerjik dan dekat dengan para pengendara motor. Ia meyakini banyak orang akan merasakan hal yang sama ketika mendengarkan lagu tersebut.

“Lagu ini nge-beat dan menggambarkan perasaan saat berkendara. Saya yakin para pecinta motor pasti relate dengan lagu ini,” katanya.

Tak hanya sekadar hiburan, Bintang Jalan Raya juga membawa pesan penting bagi para pengendara. Reborn ingin mengampanyekan sikap berkendara yang santun dan menjunjung tinggi solidaritas di jalan.

“Visi dari lagu ini adalah menggaungkan anti arogansi dalam bermotor dan menanamkan jiwa persaudaraan dalam satu aspal,” tegas Allan.

Sementara itu, perwakilan HK Record, Pungky Moektio, menjelaskan perilisan lagu ini merupakan bagian dari strategi distribusi musik digital yang kini semakin berkembang.

“Perilisan single ketiga ini juga mengikuti kebutuhan agregator digital, di mana ada syarat tertentu seperti perilisan dua lagu dalam periode tertentu. Kebetulan Reborn memang sudah memiliki stok lagu, jadi kami langsung rilis,” jelas Pungky.

Ia berharap lagu terbaru Reborn dapat diterima luas oleh pendengar dan menyamai kesuksesan karya sebelumnya. “Kami optimistis lagu ini bisa diterima masyarakat dan menambah warna di industri musik rock Indonesia,” tambahnya.

Di sisi lain, CEO PT Nada Bumi Indonesia, Rio Zelly Rinaldo, menekankan pentingnya ekosistem digital dalam mendukung musisi saat ini. Menurutnya, distribusi musik yang transparan dan berbasis teknologi menjadi kunci berkembangnya industri musik modern.

“Saat ini era digital sangat bergantung pada algoritma. Kalau algoritmanya bagus, maka distribusi dan penerimaan lagu juga akan maksimal. Kami menghadirkan sistem yang transparan, mulai dari produksi hingga royalti, semua terintegrasi,” ungkap Rio.

Sumber Foto: Istimewa

Baca Juga: