Mulai dari burger hingga steak, daging merah merupakan bagian penting dalam pola makan banyak orang. Daging merah juga masih bisa menjadi bagian dari diet seimbang, selama dikonsumsi dalam jumlah moderat.
Namun, apa sebenarnya arti “moderat” itu dan apa yang terjadi jika Anda mengonsumsinya terlalu banyak? Ternyata, asupan daging merah yang tinggi dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan jantung, serta bagian tubuh lainnya. Berikut penjelasan para ahli mengenai efek jangka panjang konsumsi daging merah berlebihan.
Nutrisi Daging Merah
Pertama, apa saja yang termasuk daging merah? Menurut ahli gizi Maddie Pasquariello, contoh umum daging merah meliputi daging sapi, babi, domba, kambing, dan veal.
Secara umum, daging merah tinggi protein. Tergantung jenisnya, daging merah juga bisa menjadi sumber zat besi, vitamin B12, serta mikronutrien lain seperti zinc dan selenium. Namun, daging merah tidak mengandung serat, antioksidan, dan vitamin C yang biasanya banyak ditemukan pada makanan nabati.
“Daging merah juga mengandung campuran lemak jenuh dan tak jenuh, dengan komposisi yang berbeda-beda tergantung jenis dan potongan daging,” jelas Pasquariello. Biasanya, daging merah lebih tinggi lemak jenuh dan lebih rendah lemak tak jenuh dibandingkan sumber protein hewani lain seperti ikan atau unggas.
Dari segi kalori, jumlahnya juga bervariasi tergantung jenis dan porsi, tetapi secara umum daging merah memberikan kalori cukup tinggi dibandingkan jumlah proteinnya.
Apa yang Terjadi pada Jantung Jika Terlalu Banyak Mengonsumsi Daging Merah?
Daging merah dikenal tinggi lemak jenuh. Jika dikonsumsi berlebihan, lemak jenuh ini dapat meningkatkan risiko masalah jantung hingga penyakit jantung.
Salah satu penyebabnya adalah peningkatan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat). Lemak jenuh dapat menghambat kerja reseptor LDL yang bertugas menghilangkan kolesterol dari aliran darah. Akibatnya, kadar kolesterol LDL meningkat dan bertahan dalam darah. Selain itu, lemak jenuh juga meningkatkan produksi partikel LDL.
Peningkatan kolesterol LDL ini dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri, kondisi yang dikenal sebagai aterosklerosis, yang meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Selain itu, cara penyajian daging merah sering kali menambah kandungan natrium (garam). Produk seperti bacon, sosis, dan daging olahan mengandung natrium tinggi. Natrium dapat menyebabkan tubuh menahan air, meningkatkan volume darah, dan pada akhirnya menaikkan tekanan darah. Tekanan darah tinggi memaksa jantung bekerja lebih keras, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gagal jantung.
Asupan natrium berlebih juga dapat menyebabkan peradangan, stres oksidatif, dan kerusakan pada jantung serta pembuluh darah.
Tidak hanya itu, saat dicerna, nutrisi dalam daging merah seperti L-karnitin dan kolin dapat diubah oleh bakteri usus menjadi senyawa bernama TMAO (trimetilamina N-oksida). Senyawa ini dikaitkan dengan peningkatan risiko pengerasan arteri, serangan jantung, dan stroke. TMAO juga dapat meningkatkan penumpukan kolesterol dan memicu peradangan di arteri.
Selain itu, zat besi heme dalam daging merah juga dapat memicu oksidasi kolesterol LDL yang berpotensi merusak pembuluh darah.
Dampak pada Bagian Tubuh Lain
Konsumsi daging merah berlebihan juga berdampak pada organ lain, di antaranya:
Kesehatan usus: Produksi TMAO dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma usus.
Kesehatan ginjal: Produksi TMAO berlebih dapat membebani kerja ginjal.
Risiko kanker: Konsumsi tinggi daging merah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara dan kanker lambung.
Kesehatan metabolik dan berat badan: Konsumsi berlebih dapat berhubungan dengan sindrom metabolik, seperti obesitas, kadar gula darah tinggi, trigliserida tinggi, kolesterol baik (HDL) rendah, dan tekanan darah tinggi.
Jika Anda hanya sesekali mengonsumsi daging merah, Anda tetap bisa memiliki pola makan sehat. Pilihlah potongan daging yang lebih rendah lemak dan batasi porsinya.
Para ahli jantung umumnya merekomendasikan konsumsi daging merah tidak lebih dari 1–3 porsi per minggu. Satu porsi setara dengan sekitar 85 gram (3 ons), atau seukuran satu set kartu.
Namun, tidak ada jumlah pasti yang wajib dikonsumsi. Bahkan, semakin sedikit konsumsi daging merah, semakin baik untuk kesehatan. Sebagai alternatif, Anda bisa memilih sumber protein lain seperti ikan, ayam tanpa kulit, serta protein nabati seperti kacang-kacangan dan lentil untuk menjaga kesehatan jantung.
Sumber Foto: Boys in Bristol Photography / Pexels.com
Baca Juga:
- Artscience Museum Dan Oceanx Mengajak Pengunjung Menjelajahi Dunia Bawah Laut Luar Biasa Yang Jarang Terlihat Oleh Manusia
- La Maison De L’Indonésie Perkuat Diplomasi Ekonomi ASEAN Lewat Kunjungan ke Rungis Market Paris
- Akselerasi Digitalisasi UMKM Banjarmasin Lewat Program Kota Masa Depan
- Grab Luncurkan Corporate Dine Out, Urusan Jamuan Makan Kantor Kini Bebas Reimburse!
- 17 Tahun Kemudian, Slank Kembali Mengoyang Panggung Java Jazz

