Teh panas selama ini dikenal sebagai salah satu minuman sehat yang kaya manfaat. Namun, bagaimana dengan teh dingin atau iced tea yang kerap menjadi pilihan untuk menyegarkan tubuh saat cuaca panas? Menurut para ahli gizi, teh dingin tanpa tambahan gula berlebih ternyata dapat memberikan manfaat kesehatan yang hampir setara dengan teh panas.
Ahli gizi terdaftar Carlyne Remedios menjelaskan bahwa teh dingin tanpa pemanis merupakan minuman yang baik untuk membantu menjaga hidrasi tubuh. Selain memberikan sensasi menyegarkan, terutama saat cuaca panas atau setelah berolahraga, teh dingin juga mengandung senyawa tumbuhan bermanfaat seperti polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan diketahui berperan dalam membantu melawan stres oksidatif yang berkaitan dengan berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2, kanker, dan gangguan saraf.
Sementara itu, ahli gizi Janice Chow mengatakan bahwa teh panas memiliki manfaat hidrasi yang sama dengan teh dingin. Menurutnya, suhu minuman tidak memengaruhi kemampuan tubuh dalam menyerap cairan. Selain itu, teh panas juga sering menjadi pilihan ketika seseorang sedang mengalami flu atau sakit tenggorokan karena kehangatannya dapat membantu mengencerkan lendir dan meredakan hidung tersumbat.
Dari sisi kandungan antioksidan, teh panas memiliki sedikit keunggulan. Remedios menjelaskan bahwa proses penyeduhan dengan air panas mampu mengekstrak senyawa antioksidan seperti flavonoid dan polifenol secara lebih efektif dibandingkan penyeduhan dingin. Meski demikian, teh yang diseduh panas lalu didinginkan tetap mempertahankan sebagian besar kandungan bermanfaatnya.
Meski teh panas mengandung antioksidan sedikit lebih tinggi, para ahli menegaskan bahwa tidak ada pilihan yang secara mutlak lebih sehat. “Perbedaan nutrisi antara teh panas dan teh dingin umumnya sangat kecil jika keduanya dibuat dari daun teh asli dan tidak mengandung banyak gula tambahan,” ujar Remedios. Chow pun menambahkan bahwa “teh paling sehat adalah teh tanpa gula yang dapat dinikmati secara rutin.”
Para ahli menekankan bahwa faktor yang paling menentukan kesehatan teh bukanlah suhunya, melainkan cara penyajiannya. Penambahan gula berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori dan karbohidrat tanpa nilai gizi yang signifikan. Dalam jangka panjang, konsumsi gula berlebih berisiko memicu lonjakan gula darah, kenaikan berat badan, serta meningkatkan risiko penyakit kronis.
Untuk menjaga manfaat kesehatannya, para ahli menyarankan menggunakan pemanis seminimal mungkin atau menambahkan bahan alami seperti lemon, jeruk, beri, kayu manis, jahe, daun mint, maupun kapulaga untuk memperkaya rasa. Dengan demikian, baik teh panas maupun teh dingin tetap dapat menjadi pilihan minuman sehat yang mendukung kebutuhan cairan tubuh sehari-hari.
Sumber Foto: betül nur akyürek / Pexels.com
Baca Juga:
- Video: Generasi Muda Bergerak, Pesanggrahan Berpijar Edukasi Pengolahan Limbah Rumah Tangga
- Britney Davanya Manese Raih Runner Up 3 Duta Anak Indonesia Kebudayaan 2026, Kian Bersinar di Dunia Modeling
- Dieng Culture Festival 2026 Spirit of Harmony: Merawat Harmoni Alam, Budaya, dan Kehidupan
- Lenong Kampung Te-Ko, Ajak Generasi Muda Mengenal Budaya Betawi
- Pameran Tunggal Sasya Tranggono, Lihat Jakarta dengan Interpretasi Visual Kontemporer

