Setiap tahunnya, Java Jazz Festival selalu memberi ruang spesial untuk merayakan karya-karya musisi legendaris Tanah Air. Tahun ini, panggung tersebut disediakan untuk mengapresiasi karya-karya seorang Erros Djarot dan diberi judul Tribute to Erros Djarot with Dwiki Dharmawan & Friends.
Sebelum acara dimulai, Peter F. Gontha selaku Founder Java Jazz menyampaikan kata sambutan sekaligus mengenang perhabatannya dengan Erros Djarot. “Musik tidak mengenal agama, suku, dan batas negara. Hanya lewat musik, kitab isa melihat keindahan. Kalua mau Indonesia maju, kita harus menghargai musik kata Erros,” ungkap Peter dalam sambutannya.
Peter lalu memanggil sahabatnya tersebut untuk tampil menemaninya di panggung.”Sepengalaman saya, musik adalah bahasa universal yang menyatukan. Kalau mala mini kita di sini, itu karena sahabat saya Peter Gontha,’ ujar Erros.
Acara semakin meriah saat Dira Sugandi tampil sebagai penyanyi pertama. Ia membawakan lagu “Serasa”. Karya Erros Djarot ini dikemas dengan aransemen baru oleh Dwiki Dharmawan.
Malam penghormatan kemudian dilanjutkan dengan alunan “Angin Malam” yang dibawakan oleh Once Mekel. Estafet pun dilanjutkan oleh Andre Hehanusa yang tampil membawakan “Merpati Putih”. Setelah itu, Monita Tahalea muncul bersama Balawan menyajikan kolaborasi mereka dalam lagu “Cinta” dan “Hening”. Balawan pun unjuk kebolehan memainkan melodi dengan gitar double neck andalannya.
Penonton kembali tampak antusias Ketika Dira Sugandi kembali ke atas panggung dengan lagu “Rindu” yang disusul oleh Andre Hehabusa dengan “Malam Pertama”. Konser dilanjutkan dengan penampilan Once Mekel yang membawakan “Selamat Jalan Kekasih” yang disambut meriah oleh penonton.
Menutup sesi tribut itu, Once menyanyikan lagu “Pelangi”. Di penghujung lagu, seluruh musisi pendukung naik ke atas panggung dan mendampingi sang maestro, Erros Djarot. Kehadiran Erros disambut tepuk tangan meriah dari para penonton. Antusiasme audiens di sesi ini berhasil membawa penonton bernostalgia sekaligus membuktikan bahwa karya-karya Erros Djarot tetap hidup dan tak lekang oleh waktu.
Sumber Foto: Stanley Chandra
Baca Juga:
- “Tribute to Erros Djarot” – Musisi Lintas Generasi Rayakan Karya-Karya Sang Maestro di Java Jazz Festival 2026
- 25 Tahun Janji Suci Yovie & Nuno
- Jon Batiste Tampil Berkilau di Java Jazz Festival 2026
- Mahasiswi UIC College Rilis Lima Lagu dan Garap Soundtrack Film di Tengah Kesibukan Kuliah
- DWP2026 Kembali ke Tempatnya Semula

