Menjaga kesehatan sendi tidak perlu menunggu usia lanjut. Para ahli mengingatkan bahwa gangguan sendi, termasuk artritis, dapat terjadi pada siapa saja dan risikonya meningkat seiring bertambahnya usia. Selain menjalani gaya hidup sehat, memilih minuman yang tepat juga dapat membantu menjaga fungsi sendi dan mengurangi risiko peradangan.
Ahli gizi terdaftar Lauren Manaker menyebut teh hijau sebagai salah satu minuman terbaik untuk kesehatan sendi. Menurutnya, manfaat tersebut berasal dari kandungan antioksidan kuat bernama epigallocatechin gallate (EGCG) yang mampu membantu mengurangi peradangan, salah satu penyebab utama kerusakan sendi.
“EGCG membantu mengurangi peradangan dengan menghambat molekul yang berkontribusi terhadap kerusakan sendi, seperti sitokin,” ujar Manaker.
Sitokin merupakan protein yang berperan dalam proses peradangan di dalam tubuh. Jika jumlahnya berlebihan dalam jangka panjang, sitokin dapat memicu peradangan kronis yang berujung pada kerusakan jaringan, termasuk tulang rawan pada sendi.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa antioksidan dalam teh hijau mampu melindungi tulang rawan dari kerusakan yang menjadi ciri utama artritis. Dalam sebuah uji klinis, penderita osteoartritis lutut yang mengonsumsi ekstrak teh hijau selama empat minggu mengalami penurunan nyeri sendi. Penelitian lain juga menemukan bahwa pria yang rutin mengonsumsi teh hijau memiliki risiko osteoartritis lutut yang lebih rendah.
Tak hanya itu, penelitian pada hewan menunjukkan bahwa EGCG mampu mengurangi peradangan sendi sekaligus memperlambat kerusakan tulang rawan setelah cedera, sehingga berpotensi membantu memperlambat perkembangan gangguan sendi.
Selain menyehatkan sendi, teh hijau juga menawarkan berbagai manfaat lain bagi tubuh. Minuman ini diketahui mendukung metabolisme, menjaga kesehatan jantung, meningkatkan konsentrasi, hingga memberikan efek relaksasi berkat kandungan L-theanine, yaitu asam amino yang membantu menenangkan pikiran. Kandungan kafeinnya yang lebih rendah dibanding kopi juga memberikan tambahan energi secara lebih lembut.
Bagi pecinta matcha, kabar baiknya minuman ini juga memiliki manfaat serupa. Karena dibuat dari daun teh hijau yang dihaluskan, matcha mengandung konsentrasi EGCG dan polifenol yang lebih tinggi dibanding teh hijau seduh biasa. Kandungan tersebut dipercaya mampu melindungi sendi dari stres oksidatif sekaligus memperlambat kerusakan tulang rawan.
Para ahli juga membagikan beberapa cara mudah untuk menikmati teh hijau. Selain diseduh seperti biasa, teh hijau dapat dipadukan dengan air perasan lemon, madu, atau daun mint untuk menambah cita rasa. Teh hijau dingin juga cocok dicampur dengan buah-buahan seperti stroberi atau blueberry yang kaya antioksidan.
Sementara itu, matcha dapat dicampurkan ke dalam yogurt, smoothie, chia pudding, maupun overnight oats. Penambahan sedikit madu atau sirup maple juga dapat membantu mengurangi rasa pahit alami matcha.
Meski teh hijau memiliki banyak manfaat, para ahli mengingatkan bahwa menjaga kesehatan sendi tetap memerlukan pola makan seimbang, aktivitas fisik secara rutin, serta menjaga berat badan ideal.
Sumber Foto: Min An / Pexels.com
Baca Juga:
- Alumni LR Internship 2021, Sarni Artha Terus Berkembang di Industri Fashion Nasional
- Sambut AirAsia HYROX Jakarta, PUMA Ajak Sporty People Menantang Batas
- Industri Film Butuh Ekosistem, Amar Bank dan JAFF Market Satukan Tujuh Pemangku Kepentingan lewat Kemitraan Strategis
- Label Fashion Indonesia Fuguku Dipakai Shirley Manson Saat Tampil Bersama Garbage
- Ingin Mulai Investasi Kripto? Upbit Indonesia Bagikan 5 Langkah untuk Pemula

