Pada 2024, Grab mengambil langkah strategis yang tidak biasa dilakukan oleh perusahaan teknologi di Asia Tenggara dengan menghentikan sementara pengembangan fitur baru selama sembilan minggu di seluruh tim teknologinya yang meliputi engineering, produk, design & analytics.
Langkah ini memberikan ruang bagi mereka untuk bekerja lebih mendalam bersama fungsi bisnis lainnya di Grab, guna mengintegrasikan generative AI (artificial intelligence) secara transformasional dalam skala besar. AI dijadikan sebagai kapabilitas fundamental yang menopang cara tim dalam menciptakan produk, mengambil keputusan, dan menjalankan operasional dalam skala besar.
Hingga saat ini Grab telah mengoperasikan lebih dari 1.000 model artificial intelligence (AI) dan machine learning yang telah digunakan secara aktif (in production) di seluruh ekosistemnya. Alih-alih menjadikan AI sebagai inisiatif yang berdiri sendiri, Grab menggunakannya sebagai fondasi inti dengan filosofi yang jelas: AI dirancang untuk memperkuat kemampuan manusia, meningkatkan produktivitas, serta membantu tim bekerja dengan lebih baik, lebih cerdas, dan lebih cepat dengan tetap menempatkan manusia sebagai pihak yang bertanggung jawab penuh atas setiap keputusan dan hasil.
Pendekatan Grab ini dikenal sebagai AI-First with Heart, yang salah satunya ditegaskan melalui Grab AI DevX Connect 2026, sebuah forum komunitas developer dan teknologi yang diselenggarakan di Jakarta. Gelaran ini mempertemukan para engineer, product leader, data practitioner, dan AI builders dari Grab serta ekosistem teknologi yang lebih luas untuk berbagi studi kasus dan melakukan diskusi terbuka lintas industri. Melalui forum ini, Grab berbagi tentang bagaimana cara perusahaan merancang, menerapkan, serta mengelola sistem AI yang berorientasi pada manusia, sekaligus siap digunakan dalam skala besar untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan mitra.
Anan Kasetra, Head of Product Strategy & Product Operations di Grab, mengatakan, “Melalui AI DevX Connect yang untuk pertama kali hadir di Jakarta, Grab ingin berbagi realitas di balik pengembangan AI. Kami membuka ruang diskusi mengenai apa yang berhasil, apa yang tidak, serta bagaimana tim dapat menerapkan AI secara bertanggung jawab dengan pendekatan human-centered. Kami ingin membekali talenta digital dan teknologi di Indonesia untuk siap menghadapi pengelolaan sistem AI berskala besar yang memberikan dampak bagi masyarakat.”
Andreas Tjendra, AI National Advisor, sekaligus Director of Innovation Kolaborasi Riset dan Inovasi Kecerdasan Artifisial (KORIKA) mengapresiasi inisiatif Grab menghadirkan AI DevX Connect Indonesia 2026 di Jakarta. “Indonesia memiliki peluang ekonomi dari AI hingga US$366 miliar pada 2030, namun realisasi nilai tersebut sangat bergantung pada kesiapan talenta dan kemampuan menjalankan AI di sistem yang kompleks dengan memastikan manusia tetap memegang kendali. Grab AI DevX Connect 2026 menjawab tantangan ini dengan mempersiapkan talenta teknologi Indonesia agar siap membangun, mengelola, dan mengoperasikan sistem AI secara bertanggung jawab,” ujarnya.
AI sebagai Fondasi Operasional
Dalam acara tersebut, Grab berbagi tentang bagaimana mengintegrasikan AI ke berbagai fungsi, termasuk engineering, product, data, marketing, dan growth, untuk mengelola serta mendukung kompleksitas operasional perusahaan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Pendekatan ini memungkinkan Grab untuk tetap menjaga kecepatan inovasi sekaligus menerapkan disiplin operasional yang kuat dalam menjalankan sistem berskala besar.
Fondasi ini dirancang untuk menghadirkan dampak yang langsung dan nyata bagi para mitra dalam ekosistem Grab, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Mitra Pengemudi.
Beberapa di antara solusi-solusi ini dikembangkan melalui kolaborasi dengan mitra AI global, termasuk OpenAI dan Anthropic, untuk memastikan teknologi yang dibangun relevan dengan kebutuhan operasional nyata di Asia Tenggara.
Peran Strategis Indonesia dalam Perjalanan AI Grab
Di balik perjalanan Grab sebagai perusahaan yang mengusung pendekatan AI-First with Heart, Indonesia memegang peran strategis, baik sebagai salah satu basis talenta teknologi terbesar Grab maupun sebagai salah satu pasar utama untuk menjalankan sistem AI di lingkungan operasional perusahaan dalam skala besar.
Engineer, product manager, data practitioner, dan designer asal Indonesia berkontribusi langsung pada pengembangan, pengoperasian, dan penyempurnaan sistem AI yang digunakan di berbagai negara. Kontribusi ini tidak hanya memperkuat kapabilitas Grab di Indonesia, tetapi juga di regional.
“Indonesia memainkan peran yang sangat penting dalam perjalanan AI Grab. Talenta teknologi asal Indonesia, termasuk para engineer dan tech leader, secara langsung terlibat dalam pengembangan sistem AI Grab di skala regional. Hal ini memastikan teknologi yang kami bangun dapat bekerja secara andal, bertanggung jawab, dan adaptif di berbagai pasar dengan karakteristik yang berbeda. Melalui AI DevX Connect 2026, kami berharap dapat membuka lebih banyak ruang kolaborasi dan dialog dengan komunitas teknologi, berbagi pembelajaran nyata dari lapangan, serta bersama-sama memperkuat kesiapan talenta dan ekosistem Indonesia dalam membangun serta mengelola AI secara efektif di lingkungan operasional yang sesungguhnya,” tambah Anan.
Dengan karakteristik pasar yang beragam, mulai dari kondisi geografis, kepadatan urban, hingga variasi perilaku pengguna dan merchant, Indonesia menjadi lingkungan penting untuk menguji ketangguhan, relevansi, serta keandalan sistem AI untuk mendorong operasional perusahaan dalam skala besar yang berkontribusi untuk pertumbuhan bisnis Grab secara positif.
Sumber Foto: Istimewa
Baca Juga:
- One B JKT Festival 2026 Angkat Budaya Betawi Lewat Seni, Kuliner dan Runway
- Boy Group K-Pop Lngshot Akan Hadir Di Nba Rising Stars Invitational
- Pesanggrahan Berpijar Hadirkan Solusi Pengelolaan Minyak Jelantah Ramah Lingkungan
- House of Tugu Old Town Jakarta Luncurkan De Tiger, Destinasi Baru Pecinta Sejarah dan Kuliner
- WtE Jadi Program Strategis Nasional, Negara Serius Tangani Sampah

