Wilayah ini
dihuni oleh suku bangsa Indian Lenape pada waktu
ditemukan oleh orang Itailia, Giovanni da Verrazzano. Meskipun
Verrazzano berlayar Pelabuhan New York,
pelayarannya tidak berlanjut ke hulu dan sebaliknya ia kembali ke Atlantik.
Baru dalam pelayaran Henry Hudson, seorang Inggris
yang bekerja untuk VOC,
wilayah ini dipetakan. Ia menemukan Manhattan
pada 11 September1609, dan terus berlayar
ke hulu sungai yang diberi nama dengan namanya, Sungai Hudson, hingga ia
akhirnya tiba di tempat di mana kini terletak ibu kota Negara bagian New York, Albany.
Orang-orang Belanda
mendirikan New Amsterdam pada 1613, yang mendapatkan hak
pemerintahan sendiri pada 1652 di bawah Peter Stuyvesant. Britania
merebut kota ini pada September 1664, dan
mengubah namanya menjadi “New York”
sesuai dengan nama Duke of York and Albany.
Orang-orang Belanda merebutnya kembali untuk sementara waktu pada Agustus1673, mengubah namanya
menjadi “New Orange,” namun kemudian melepaskannya selama-lamanya
pada November 1674.
Kota dengan julukan “The Big Apple” ini merupakan kota terbesar di
Amerika dan menjadi salah satu kota penting dunia. Selain karena mobiltas
pendukung dan ekonominya, kota ini juga menyimpan sejarah masa lalu yang
panjang…

Wall Street Bombing, 1920

Barisan tentara pada masa perang dunia kedua di Fifth Avenue, 1942

Winter di Central Park, 1943

Suasana Time Square usai perang, 1945

East end of 42nd Street, 1945

42nd Street at Vanderbilt Place, 1946

Pembangunan Empire State Building

Brooklyn Bridge by Arthur Leipzig 1946

Sungai Hudson dekat Jalan Liberty, 1941

Northwest Corner of Broome Street dan Baruch Place (Sekarang Housing Project), 1941

Pemandangan Kota New York dari atas tahun 1950-an (foto by Flickr)
Untuk Share Artikel ini, Klik www.KabariNews.com/?33219
Untuk melihat Berita Amerika / Amerika / Art lainnya, Klik disini
Klik disini untuk Forum Tanya Jawab
Mohon Beri Nilai dan Komentar di bawah Artikel ini
______________________________________________________
Supported by :



