Grup chat awalnya dirancang untuk memudahkan koneksi, namun bagi banyak orang justru menjadi sumber stres sosial ringan dan kebisingan kognitif yang terus-menerus. Mulai dari teman, keluarga, pekerjaan, hingga sekolah, upaya emosional untuk mengikuti banyak percakapan yang saling tumpang tindih membuat grup chat terasa lebih seperti kewajiban daripada pilihan, sehingga menambah stres berkepanjangan. Karena itu, jika Anda sedang ingin “bersih-bersih” ruang digital, penting untuk memahami cara menetapkan batasan dalam grup chat serta keluar dari grup tanpa menimbulkan dampak sosial, menurut para ahli.

Mengapa Grup Chat Terasa Melelahkan

Fitur seperti tanda pesan dibaca dan indikator mengetik di platform seperti WhatsApp memang dirancang agar percakapan terasa lebih cepat dan langsung, tetapi juga dapat menimbulkan tekanan. Menurut Karissa Provost, fitur-fitur ini menciptakan tekanan sosial untuk merespons dengan cepat, sehingga muncul ekspektasi yang tidak realistis misalnya ketika anggota grup mengira Anda sengaja mengabaikan pesan.

Selain itu, grup chat juga memunculkan tekanan performa, yakni dorongan untuk memberikan respons yang cerdas, lucu, atau sempurna di mata anggota grup. Vanessa Kennedy menjelaskan  banyak orang merasa harus memberikan jawaban terbaik, bukan sekadar respons yang natural.

Mengapa Sulit Keluar dari Grup Chat

Berbeda dengan ruang online lain seperti forum atau komunitas digital, grup chat sering kali melibatkan hubungan nyata. Hal ini membuat seseorang merasa canggung atau bersalah jika keluar, karena tetap akan bertemu dengan anggota grup di kehidupan sehari-hari. Selain itu, keluarnya seseorang dari grup biasanya diumumkan secara otomatis, sehingga terasa seperti tindakan publik yang dapat memicu kesalahpahaman atau perasaan ditolak.

Cara Menetapkan Batasan Tanpa Kehilangan Koneksi

Menurut Jeff Williams, menetapkan batasan dimulai dari memahami peran Anda dalam grup, apakah sebagai pengatur rencana, pemberi dukungan, atau pemicu diskusi. Dengan memahami peran, Anda tidak perlu merespons semua pesan. Menentukan tujuan grup juga penting, apakah untuk koordinasi atau sekadar hiburan, sehingga ekspektasi menjadi lebih jelas. Selain itu, jujur mengenai ketersediaan waktu misalnya hanya bisa membalas pada jam tertentu dapat membantu mengurangi tekanan.

Cara Keluar dari Grup dengan Bijak

Jika ingin keluar dari grup, sebaiknya tidak dilakukan tanpa penjelasan. “Menghilang” begitu saja bisa memicu asumsi negatif dari anggota lain. Sebaliknya, beri pemberitahuan singkat dan jujur  Anda sedang menetapkan batasan demi kesehatan diri. Menyampaikan pesan sederhana sebelum keluar juga dapat mencegah kebingungan dan menjaga hubungan tetap baik. Pada akhirnya, sebagian besar orang akan memahami jika mereka tahu keputusan tersebut terkait kapasitas diri, bukan karena menjauh dari hubungan.

Sumber Foto: kote baeza / Pexels.com

Baca Juga: