Kantor Bahasa Inggris Regional (RELO) Kedutaan Besar AS Jakarta, bermitra dengan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, meluncurkan program pelatihan guru sekolah dasar selama dua minggu bertajuk “Practical English for Young Learners (PEYL)” untuk mendukung inisiatif Pemerintah Indonesia dalam memperkenalkan kembali Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai dari kelas 3 SD. Program ini berlangsung di Denpasar, Bali, dari tanggal 10-23 Mei.
Program PEYL memperkuat keterampilan mengajar guru sekolah dasar, termasuk guru kelas dan guru yang sedang membangun kemampuan Bahasa Inggris mereka. Program ini menekankan bahwa pengajaran Bahasa Inggris yang efektif untuk pelajar muda tidak hanya bergantung pada kefasihan berbahasa, tetapi juga pada metode pengajaran yang kuat dan keterampilan kelas yang praktis.
“Bahasa Inggris adalah gerbang menuju pengetahuan global, peluang, dan koneksi internasional,” kata Juru Bicara Kedutaan Besar AS Jamie Ravetz. “Dengan mengembangkan keterampilan mengajar praktis para guru, kami akan berkontribusi dalam membangun kapasitas Bahasa Inggris siswa, menumbuhkan semangat belajar, dan menciptakan keterlibatan kelas yang lebih dalam.”
“Program PEYL sangat penting untuk mempersiapkan guru sekolah dasar mengajar Bahasa Inggris dengan percaya diri menggunakan kegiatan yang sederhana namun menyenangkan…Kami berharap program ini dapat memperkuat Program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI) untuk mendukung guru agar siap menghadapi peluncuran Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar,” ujar Dr. Meliyanti, Kepala Subdirektorat Peningkatan Kapasitas, Perlindungan dan Pengendalian, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kepala Subdirektorat Bina Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Kementerian Agama, Rini R. Rahmayani mengatakan, “PEYL adalah program yang sangat terstruktur dengan baik yang membantu membangun kepercayaan diri guru sekaligus membekali mereka dengan metode yang efektif dan menarik untuk mengajar di tingkat SD/MI/Ula. Dengan mengintegrasikan teknologi dan berbagai media pengajaran interaktif, program ini menciptakan pengalaman kelas yang menyenangkan yang mendorong siswa untuk melihat pembelajaran Bahasa Inggris sebagai hal yang menyenangkan dan mengasyikkan. Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada RELO atas komitmen berkesinambungan dan dukungan berharga kepada Kementerian Agama dalam mendukung implementasi berbagai program prioritas Kementerian.”
Program ini menyambut dua kelompok pendidik selama dua minggu. Kelompok pertama, yang berlatih pada 11-15 Mei, mencakup 51 guru sekolah dasar dari kementerian pendidikan dan agama Indonesia, ditambah empat guru dari Timor Leste. Kelompok kedua, yang berlatih pada 18-22 Mei, mempertemukan 41 pelatih, termasuk instruktur dari pusat pelatihan pemerintah, pemimpin pendidikan daerah, profesor universitas, dan anggota asosiasi guru Bahasa Inggris. Setelah menyelesaikan 40 jam pelatihan mereka, para lulusan ini akan mengadakan lokakarya lanjutan untuk para guru, dengan fokus pada metode pengajaran Bahasa Inggris yang menarik dan berpusat pada siswa.
“Menjadi salah satu dari 54 guru terpilih dari Indonesia dan Timor Leste dalam program PEYL adalah pengalaman yang sangat membanggakan. Program ini telah memberikan saya pengetahuan yang sangat berharga tentang metodologi pembelajaran aktif dan penggunaan alat bantu visual yang inovatif, yang sangat selaras dengan tujuan kami sebagai pendidik Bahasa Inggris sekolah dasar. Sebagai guru dari MIN 1 Kota Malang, saya sangat termotivasi untuk menerapkan praktik-praktik ini. Ke depannya, saya sangat berkomitmen untuk membagikan wawasan bermanfaat ini kepada rekan sesama guru saya, terutama dalam jaringan Kementerian Agama,” kata Fitri Nur Laily, Guru Bahasa Inggris di MIN 1 Kota Malang.
Program PEYL merupakan upaya kolaboratif antara RELO, Direktorat Guru Pendidikan Dasar di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Direktorat Guru Madrasah, dan Direktorat Pendidikan Pesantren Kementerian Agama. Dengan menggabungkan keahlian Amerika dalam pengajaran Bahasa Inggris, program ini bertujuan untuk menciptakan efek berantai yang akan menguntungkan ribuan pelajar muda di seluruh Indonesia karena guru-guru terlatih membagikan keterampilan baru mereka kepada rekan-rekan di seluruh negeri.
Sumber Foto: id.usembassy.gov
Baca Juga:
- One B JKT Festival 2026 Angkat Budaya Betawi Lewat Seni, Kuliner dan Runway
- Boy Group K-Pop Lngshot Akan Hadir Di Nba Rising Stars Invitational
- Pesanggrahan Berpijar Hadirkan Solusi Pengelolaan Minyak Jelantah Ramah Lingkungan
- House of Tugu Old Town Jakarta Luncurkan De Tiger, Destinasi Baru Pecinta Sejarah dan Kuliner
- WtE Jadi Program Strategis Nasional, Negara Serius Tangani Sampah

