Bangun tidur di tengah malam karena perut terasa lapar bisa jadi pengalaman yang mengganggu. Rasa lapar yang muncul tiba-tiba ini dapat membuat seseorang ragu, apakah harus kembali tidur atau bangun untuk mencari makanan ringan. Meski tampak sepele, kondisi ini memiliki berbagai penyebab yang perlu diperhatikan.
Menurut Dr. Michael Genovese, rasa lapar di malam hari bisa dipengaruhi oleh faktor biologis, gaya hidup, hingga psikologis.
Pola makan tidak seimbang atau kurangnya asupan pada malam hari dapat menyebabkan kadar gula darah naik-turun secara drastis, sehingga memicu rasa lapar.
Hal serupa juga dijelaskan oleh Dr. Hector Perez, ahli bedah bariatrik, yang menyebutkan bahwa konsumsi karbohidrat olahan tanpa diimbangi protein atau serat kerap membuat seseorang mudah lapar kembali di malam hari.
Selain itu, aktivitas fisik berlebih, stres, hingga ketidakseimbangan hormon dapat memicu rasa lapar saat tidur, ungkap Dr. Anjali Sawhney, dokter perawatan primer.
Hormonal seperti leptin dan ghrelin yang mengatur rasa kenyang juga dapat terganggu akibat kualitas tidur yang buruk atau stres. Bahkan, terkadang rasa lapar sebenarnya bukan karena kebutuhan makanan, melainkan tubuh yang mengalami dehidrasi.
Meski tidak selalu menjadi tanda masalah kesehatan serius, kebiasaan sering terbangun karena lapar bisa menjadi sinyal yang perlu diperhatikan. Jika terjadi berulang kali, kondisi ini bisa berkaitan dengan kontrol gula darah yang buruk, pola makan kurang seimbang, atau gangguan hormon.
Lalu, apakah sebaiknya makan jika lapar tengah malam? Menurut para ahli, jika rasa lapar muncul hanya karena kebiasaan ngemil, sebaiknya dihindari agar tidak memperkuat siklus tersebut. Namun, jika benar-benar lapar, camilan kecil yang sehat bisa membantu. Pilih makanan yang mengandung protein dan lemak sehat seperti kacang, yogurt, buah, pisang dengan selai kacang, atau biskuit gandum dengan keju. Hindari makanan manis yang bisa membuat gula darah kembali naik-turun.
Jika rasa lapar di malam hari sering disertai gejala seperti pusing, keringat dingin, atau gemetar, kemungkinan penyebabnya adalah gula darah rendah sehingga perlu segera makan.
Para ahli juga menyarankan agar memperbaiki pola makan harian dengan asupan seimbang dari sayur, buah, protein, dan biji-bijian utuh.
Apabila kondisi ini terus terjadi lebih dari beberapa kali dalam seminggu, disertai gejala lain seperti sering buang air kecil, penurunan berat badan tanpa sebab, kelelahan, atau gangguan tidur, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Dengan begitu, penyebab sebenarnya dapat diketahui lebih jelas dan ditangani dengan tepat.
Sumber Foto: Andrea Piacquadio / Pexels.com
Baca Juga:
- Artscience Museum Dan Oceanx Mengajak Pengunjung Menjelajahi Dunia Bawah Laut Luar Biasa Yang Jarang Terlihat Oleh Manusia
- La Maison De L’Indonésie Perkuat Diplomasi Ekonomi ASEAN Lewat Kunjungan ke Rungis Market Paris
- Akselerasi Digitalisasi UMKM Banjarmasin Lewat Program Kota Masa Depan
- Grab Luncurkan Corporate Dine Out, Urusan Jamuan Makan Kantor Kini Bebas Reimburse!
- 17 Tahun Kemudian, Slank Kembali Mengoyang Panggung Java Jazz

