Penuaan sehat tidak hanya diukur dari seberapa panjang usia seseorang, tetapi juga dari kualitas hidup yang dijalani seiring bertambahnya umur.
Prinsip kualitas lebih penting daripada kuantitas menjadi sorotan para pakar umur panjang. Dr. Michaela Robbins, DNP, perawat praktisi sekaligus ahli hormon dan longevity, menyebut penuaan sehat sebagai proses bertumbuh menjadi diri sendiri dengan kekuatan dan kesadaran.
Menurutnya, penuaan bukan soal melawan waktu, melainkan merangkulnya dengan vitalitas dan kepedulian pada diri sendiri. Meski tidak ada yang tahu pasti berapa lama akan hidup, para ahli menyebut ada sejumlah tanda halus namun penting yang menunjukkan seseorang berada di jalur penuaan yang sehat.
Dr. Cristina Del Toro Badessa, MD,, menjelaskan penuaan sehat biasanya terlihat dari energi dan sikap hidup seseorang. Orang yang menua dengan baik umumnya memiliki kekuatan untuk menikmati aktivitas sehari-hari, rasa ingin tahu yang tinggi untuk terus belajar, serta pandangan optimistis terhadap masa depan.
Penuaan sehat juga tercermin dari pola makan yang terjaga, rutinitas olahraga yang mencakup kekuatan, fleksibilitas, dan gerakan fungsional, tidur yang nyenyak, keseimbangan hormon, manajemen stres, serta hubungan sosial yang positif.
Meski faktor genetik kerap dianggap berperan besar, Dr. Badessa menegaskan gen hanya menyumbang sekitar 20–30 persen dari proses penuaan. Selebihnya sangat dipengaruhi oleh gaya hidup dan lingkungan.
Kebiasaan harian seperti pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, pengelolaan stres, hingga kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol memiliki dampak besar terhadap arah penuaan seseorang. Di sinilah peran epigenetik, yaitu bagaimana perilaku dan lingkungan memengaruhi ekspresi gen dalam tubuh.
Para pakar pun merangkum lima tanda utama bahwa seseorang menua dengan baik. Pertama, tetap menjaga kekuatan fisik dan mobilitas. Kemampuan bergerak dengan mudah, seperti berjalan, naik tangga, atau membawa belanjaan, menunjukkan kekuatan, keseimbangan, dan daya tahan yang baik sehingga seseorang tetap mandiri.
Kedua, memiliki rasa ingin tahu dan fungsi kognitif yang tajam. Orang yang menua dengan sehat secara mental cenderung tetap waspada, mampu mengingat detail, belajar hal baru, serta menikmati aktivitas seperti membaca atau bermain teka-teki.
Tanda ketiga adalah ketangguhan emosional dan pandangan hidup yang positif. Ketahanan emosional membantu menurunkan stres kronis, menjaga kesehatan mental, dan menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih bahagia, sekaligus memperkuat hubungan sosial. Keempat, memiliki hubungan sosial yang kuat.
Dukungan dari komunitas, keluarga, atau teman memberi rasa memiliki, meningkatkan suasana hati, dan bahkan dikaitkan dengan usia yang lebih panjang. Terakhir, memiliki gairah terhadap hobi atau aktivitas yang memberi tujuan hidup. Rasa tujuan yang kuat terbukti berkaitan dengan kesehatan dan umur panjang yang lebih baik karena membuat seseorang tetap aktif, terstimulasi secara mental, dan puas secara emosional.
Sumber Foto: Istimewa
Baca Juga:
- Artscience Museum Dan Oceanx Mengajak Pengunjung Menjelajahi Dunia Bawah Laut Luar Biasa Yang Jarang Terlihat Oleh Manusia
- La Maison De L’Indonésie Perkuat Diplomasi Ekonomi ASEAN Lewat Kunjungan ke Rungis Market Paris
- Akselerasi Digitalisasi UMKM Banjarmasin Lewat Program Kota Masa Depan
- Grab Luncurkan Corporate Dine Out, Urusan Jamuan Makan Kantor Kini Bebas Reimburse!
- 17 Tahun Kemudian, Slank Kembali Mengoyang Panggung Java Jazz

