PT Magfood Inovasi Pangan kembali menggelar Pelatihan UMKM. Kali ini pelatihan lebih makanan ringan  / snack yang ditujukan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kegiatan berlangsung pada Kamis, 12 Februari 2026, pukul 10.00–12.00 WIB, bertempat di Amazy Family Resto, Duren Tiga, Jakarta Selatan menghadirkan Azka Ainun A N S.TP, M.Sc, selaku pembicara dari tim Research and Development (RnD) PT Magfood Inovasi Pangan.

Dalam sesi tersebut, peserta yangmenghadiri mendapatkan pemahaman menyeluruh terkait industri snack, mulai dari pengertian industri snack, pemilihan bahan baku, hingga cara pengemasan dan penyimpanan produk jadi.

Selain itu, pelatihan juga membahas aspek teknis seperti pengolahan dan produksi sesuai SOP, demo pengaplikasian, serta product matching untuk membantu pelaku UMKM mengembangkan produk yang lebih kompetitif di pasar.

Yanty Melianty,  Founder  PT. Magfood Inovasi Pangan dan PT MagFood Amazy Internasional mengatakan pelatihan kewirausahaan berbasis produksi makanan ringan terus digalakkan oleh Magfood  untuk mendorong lahirnya lebih banyak pengusaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia. Salah satunya melalui pelatihan produksi snack kering yang kini rutin digelar.

Pelatihan ini difokuskan secara khusus pada satu jenis produk agar peserta benar-benar memahami proses produksi secara mendalam.   “Pelatihan ini memang khusus snack, tidak bisa dicampur dengan produk lain. Tujuannya agar kualitas produk benar-benar terjaga,” ujarnya.

Pelatihan ini sendiri telah berjalan sejak 2013. Bahkan secara keseluruhan, PT. Magfood Inovasi Pangan dan PT MagFood Amazy Internasional telah konsisten menggelar pelatihan kewirausahaan selama lebih dari 25 tahun, dengan topik yang terus disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Melalui pelatihan ini, Magfood berharap dapat mendorong pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitas produk, efisiensi produksi, serta daya saing di industri pangan yang terus berkembang.

Menurut Yanty, menjadi pengusaha tidak bisa instan. Proses belajar membutuhkan waktu dan tahapan, layaknya pendidikan formal. Namun, untuk mempercepat lahirnya wirausaha baru, tersedia kelas akselerasi melalui program kemitraan dan franchise dengan modal terjangkau.

Salah satu contohnya adalah kemitraan Amaji Frozen, di mana masyarakat sudah bisa menjadi dropshipper atau reseller dengan modal mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1 juta. Sistem dropship memungkinkan mitra berjualan tanpa harus menyimpan stok, karena pengiriman dibantu langsung dari kantor pusat.

Program-program ini diharapkan mampu menumbuhkan wirausaha di tengah sulitnya lapangan pekerjaan. “Indonesia butuh lebih banyak pengusaha. Walau hanya membuka satu atau dua lapangan kerja dari rumah, itu sudah membantu roda ekonomi,” tutupnya.

Sumber Foto: Istimewa

Baca Juga: