Meskipun sering kali mudah dilakukan, melewatkan sarapan umumnya tidak dianjurkan oleh para tenaga kesehatan karena dapat berdampak negatif pada aktivitas sepanjang hari bahkan pada kesehatan secara keseluruhan. Namun, apa sebenarnya dampaknya? Apakah hanya membuat energi menurun di hari itu, atau juga berdampak jangka panjang (atau keduanya)?.
Apa yang Terjadi Saat Anda Melewatkan Sarapan
Ada pepatah yang mengatakan “sarapan adalah waktu makan paling penting dalam sehari” dan dalam banyak hal, itu benar. “Sarapan membantu memulai hari dengan meningkatkan metabolisme, fungsi kognitif, dan performa fisik,” jelas Annamarie Rodriguez, seorang ahli gizi berbasis nabati.
Bahkan, sarapan juga dapat membantu mencegah penyakit kronis. “Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi sarapan bergizi dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan metabolik,” tambah Gabrielle Kishner, ahli gizi terdaftar.
Lalu, apa yang terjadi jika Anda langsung beraktivitas tanpa sarapan?
Salah satu dampak utama yang disepakati para ahli adalah tubuh akan terasa lemas. “Tanpa sarapan seimbang, tubuh tidak mendapatkan bahan bakar yang dibutuhkan, sehingga menyebabkan energi rendah sepanjang pagi. Ini juga bisa menimbulkan gejala lapar yang tidak nyaman seperti pusing, gemetar, sakit kepala, atau mual,” kata Kishner.
Kendra Haire, ahli gizi lainnya, menambahkan kondisi ini juga bisa memicu stres dan fluktuasi gula darah yang berujung pada rasa lapar dan keinginan makan berlebihan di kemudian hari.
Hubungan antara melewatkan sarapan, energi rendah, dan naik-turunnya gula darah juga dapat berdampak jangka panjang. Melewatkan sarapan dapat mengganggu proses metabolisme dan membuat pengaturan gula darah menjadi lebih sulit.
Dampak Lain Melewatkan Sarapan
Dampak negatifnya tidak berhenti di situ. Berikut beberapa efek lain menurut para ahli:
Kehilangan Asupan Nutrisi: Melewatkan sarapan berarti kehilangan kesempatan penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi seperti serat, vitamin, dan mineral.
Berpotensi Menambah Berat Badan: Orang yang melewatkan sarapan cenderung merasa lebih lapar di siang hari, sehingga berisiko makan berlebihan.
Penurunan Fungsi Otak: Kurangnya energi dapat mengganggu kemampuan berpikir, konsentrasi, dan pengambilan keputusan.
Meningkatkan Risiko Penyakit: Kebiasaan tidak sarapan dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terhadap tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, lemak berlebih di perut, dan kolesterol tidak sehat.
Menurunnya Sistem Imun: Melewatkan sarapan dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh dan berisiko melemahkan daya tahan tubuh.
Bagaimana dengan mereka yang menjalani puasa intermiten dan sengaja melewatkan sarapan? Para ahli menjelaskan bahwa metode ini bisa bermanfaat bagi sebagian orang, tetapi tidak cocok untuk semua orang. Penting untuk memastikan asupan nutrisi tetap seimbang dan sesuai kebutuhan tubuh.
Sumber Foto: DΛVΞ GΛRCIΛ / Pexels.com
Baca Juga:
- Artscience Museum Dan Oceanx Mengajak Pengunjung Menjelajahi Dunia Bawah Laut Luar Biasa Yang Jarang Terlihat Oleh Manusia
- La Maison De L’Indonésie Perkuat Diplomasi Ekonomi ASEAN Lewat Kunjungan ke Rungis Market Paris
- Akselerasi Digitalisasi UMKM Banjarmasin Lewat Program Kota Masa Depan
- Grab Luncurkan Corporate Dine Out, Urusan Jamuan Makan Kantor Kini Bebas Reimburse!
- 17 Tahun Kemudian, Slank Kembali Mengoyang Panggung Java Jazz

