Sebuah kisah masa lalu dari Perang Dunia II hadir melalui buku “Blue Skies, Troubled Waters: An American Twin’s Odyssey in WWII Minahasa, Indonesia,” karya Martha Walandouw Lohn bersama cucunya, Brian Kimmel.
Kimmel, yang sejak kecil akrab dengan budaya Indonesia lewat masakan dan cerita neneknya, merasa memiliki ikatan kuat dengan tanah leluhur.
Neneknya, Martha, lahir di Elizabeth, New Jersey, pada 1933 dari ibu berdarah Polandia-Amerika dan ayah Minahasa-Indonesia. Keluarga ini dideportasi ke Indonesia sebelum pecahnya perang akibat status imigrasi sang ayah.
Pada 1942, ketika Jepang menginvasi Hindia Belanda, keluarga tersebut ditahan sebagai tawanan sipil. Memoar ini mengikuti kisah kembar Ath dan Kath, Ath adalah nama panggilan Martha dalam menghadapi deportasi, perang, dan perjuangan bertahan hidup.
Keinginan Kimmel untuk melanjutkan buku ini sudah muncul sejak lama, bahkan sebelum kakek dan pamannya meninggal. Beberapa tahun lalu, Martha menyerahkan hak cerita itu kepadanya. Kimmel kemudian menyunting ulang naskah, memperbarui bahasa, dan menambahkan glosarium untuk membantu pembaca memahami tujuh bahasa yang digunakan, termasuk dialek Minahasa yang jarang mendapat perhatian dalam literatur Indonesia arus utama.
Proses penulisan tidak dilakukan lewat wawancara formal. Kimmel mengumpulkan cerita dari percakapan sehari-hari, saat berkendara, atau makan bersama, lalu melengkapinya dengan riset di Library of Congress, National Archives, serta arsip foto dan dokumen yang belum tersedia ketika Martha pertama kali menulis.
Menurut Kimmel buku ini lebih dari sekadar memoar. Karya ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi yang menjelaskan dampak sejarah migrasi keluarganya dari Indonesia kembali ke Amerika Serikat, dan kaitannya dengan kawasan Pacific Northwest serta negara bagian Washington.
Bagi Martha yang kini tinggal di Pacific Northwest dan masih aktif berkebun, kisah ini tetap hidup di keluarganya. “Setiap kali membicarakannya, selalu ada hal baru yang saya pelajari,” kata Kimmel dilansir dari snoho.com.
Peluncuran buku ini telah digelar pada Mei lalu di Snohomish United Methodist Church, gereja yang menjadi sponsor kepulangan Martha ke Amerika Serikat pada 1961.
Sumber Foto: Istimewa
Baca Juga:
- One B JKT Festival 2026 Angkat Budaya Betawi Lewat Seni, Kuliner dan Runway
- Boy Group K-Pop Lngshot Akan Hadir Di Nba Rising Stars Invitational
- Pesanggrahan Berpijar Hadirkan Solusi Pengelolaan Minyak Jelantah Ramah Lingkungan
- House of Tugu Old Town Jakarta Luncurkan De Tiger, Destinasi Baru Pecinta Sejarah dan Kuliner
- WtE Jadi Program Strategis Nasional, Negara Serius Tangani Sampah

