Seiring bertambahnya usia, banyak orang mulai menyadari bahwa kondisi rambut tidak lagi sekuat dan sehat seperti saat remaja atau usia 20-an. Berbagai faktor seperti perubahan hormon, stres, hingga kondisi kesehatan tertentu diketahui berkontribusi terhadap kerontokan dan penurunan kualitas rambut.
Namun, temuan menarik dari para ahli dermatologi menunjukkan bahwa olahraga kardio atau latihan aerobik bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu menjaga kesehatan rambut.
Meski penelitian ilmiah terkait hubungan langsung antara kardio dan kesehatan rambut masih terbatas, sebuah studi pada 2021 di China menemukan bahwa aktivitas aerobik secara rutin berkaitan dengan perlambatan kerontokan rambut berpola serta peningkatan kesehatan kulit kepala.
Dokter spesialis kulit, Viktoryia Kazlouskaya, menjelaskan bahwa hubungan tersebut memang tidak bersifat langsung. “Hubungan antara kesehatan rambut dan olahraga kardio tidak sepenuhnya sederhana dan masih relatif kurang diteliti,” ujarnya. Meski demikian, ia menambahkan bahwa manfaat aktivitas kardiovaskular secara umum sudah sangat jelas.
Salah satu cara kardio membantu kesehatan rambut adalah dengan meningkatkan sirkulasi darah. Hal ini memungkinkan lebih banyak oksigen dan nutrisi mencapai folikel rambut. “Kulit kepala adalah bagian tubuh yang sangat kaya pembuluh darah, sehingga peningkatan kesehatan kardiovaskular dapat membantu distribusi nutrisi ke folikel rambut,” kata Christina Han, dokter kulit sekaligus direktur medis.
Selain itu, olahraga juga berperan dalam mengelola kondisi metabolik seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) yang diketahui berkaitan dengan kerontokan rambut. Aktivitas fisik, terutama kombinasi latihan aerobik dan kekuatan, dapat membantu menyeimbangkan hormon androgen yang memengaruhi kondisi rambut.
Faktor lain yang tak kalah penting adalah stres. Para ahli menegaskan bahwa stres memiliki hubungan kuat dengan kerontokan rambut. “Stres dapat meningkatkan kadar hormon kortisol dalam tubuh, yang berdampak pada siklus pertumbuhan rambut,” jelas Sharleen St. Surin-Lord, dokter kulit dan profesor dermatologi.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kortisol dapat mengganggu fase pertumbuhan rambut dan mempercepat kerontokan. Dalam kondisi tertentu, rambut bisa rontok dua hingga tiga bulan setelah seseorang mengalami stres berat.
Olahraga kardio dinilai mampu membantu mengurangi stres tersebut. “Kardio membantu meningkatkan manajemen stres, ketahanan emosional, dan sirkulasi, sehingga dapat mencegah kerontokan rambut akibat stres,” ujar Julie de la Cruz, dokter spesialis dermatologi kosmetik.
Selain itu, latihan kardio juga dapat meningkatkan sistem antioksidan dalam tubuh. Brendan Camp, dokter kulit lainnya, menyebut bahwa hal ini penting untuk melindungi folikel rambut dari stres oksidatif. “Latihan kardio intensitas sedang hingga tinggi dapat membantu mengurangi kerontokan yang berkaitan dengan stres atau peradangan,” katanya.
Untuk mendapatkan manfaat optimal, para ahli merekomendasikan olahraga kardio intensitas sedang seperti jogging, bersepeda, atau berenang selama 20 hingga 30 menit setiap hari. Namun, penting untuk tidak berlebihan.
“Olahraga yang terlalu berat justru bisa menambah stres pada tubuh dan berdampak negatif pada siklus pertumbuhan rambut,” tutur Dr. Han.
Sumber Foto: Andrea Piacquadio / X
Baca Juga:
- Artscience Museum Dan Oceanx Mengajak Pengunjung Menjelajahi Dunia Bawah Laut Luar Biasa Yang Jarang Terlihat Oleh Manusia
- La Maison De L’Indonésie Perkuat Diplomasi Ekonomi ASEAN Lewat Kunjungan ke Rungis Market Paris
- Akselerasi Digitalisasi UMKM Banjarmasin Lewat Program Kota Masa Depan
- Grab Luncurkan Corporate Dine Out, Urusan Jamuan Makan Kantor Kini Bebas Reimburse!
- 17 Tahun Kemudian, Slank Kembali Mengoyang Panggung Java Jazz

