OS Production kembali menghadirkan pertunjukan drama musikal bertajuk Pentas Konser Drama Musikal The Greatest Showman: Dreams Come True yang digelar di Gedung Kesenian Miss Tjitjih pada 30 Mei 2026. Pertunjukan ini mengangkat tema tentang mimpi, harapan, perjuangan, serta keberanian untuk percaya bahwa mimpi bisa menjadi kenyataan.
Ongen dari OS Production, mengatakan ini merupakan drama musikal kedua yang mereka gelar. Menurutnya, tema kali ini berbeda karena lebih menyoroti perjuangan seorang anak yang kerap diremehkan namun memiliki bakat besar.
“Kalau drama musikal sendiri kami sudah melakukan dua kali. Hari ini memang temanya berbeda. Ada tokoh utama yang harus berjuang betul-betul meskipun dijatuhkan, dibully, atau disakiti. Tapi tetap ada orang-orang di balik itu yang mendukung dia sampai akhirnya berani terus berjuang hingga menjadi bintang,” ujar Ongen.
Ia menambahkan, tujuan utama pertunjukan tersebut adalah membangun mental dan rasa percaya diri anak-anak Indonesia melalui seni pertunjukan.
“Tujuan kami pertama-tama membangun anak-anak Indonesia karena kalau dilihat masih kurang drama musikal dan acara seperti ini,” katanya.
Cerita dalam drama musikal ini berfokus pada karakter yang diperankan Patricia Sophie, seorang anak berbakat dalam bernyanyi namun memiliki rasa percaya diri yang rendah. Dalam perjalanan cerita, Sophie berusaha melawan rasa minder untuk mengikuti sebuah perlombaan menyanyi.
“Karakternya enggak terlalu pede, tapi punya bakat nyanyi. Jadi ada info lomba, dia coba latihan walaupun masih enggak pede untuk nyanyi. Akhirnya dia bisa dan dia menang,” ujar Sophie.
Konflik dalam cerita juga diperkuat dengan hadirnya karakter yang iri terhadap kemampuan Sophie. Karakter tersebut diperankan oleh Vita sebagai pemeran utama kedua.
“Aku pemerannya yang iri. Harusnya aku yang jadi kesatu, tapi karena Sophie orangnya jenius dia jadi yang kesatu. Jadi aku harus bekerja dua kali lipat,” kata Vita.
Selain itu, dukungan terhadap karakter Sophie juga datang dari sang adik yang diperankan Agung serta tokoh ceria pendukung lainnya yang dimainkan Cristy. Total pemain pendukung dalam pertunjukan ini mencapai belasan orang.
Ongen mengatakan pertunjukan ini sengaja dibuat untuk menunjukkan pentingnya dukungan keluarga dan teman dalam membangun mental anak.
“Kita lebih menonjolkan pemeran yang berjuang, tapi ada yang iri dan mau menjatuhkan dia. Dengan mental yang kuat dan dukungan dari adik-adiknya serta teman-temannya, dia bisa bangkit kembali dan menjadi bintang,” tuturnya.
Menariknya, seluruh lagu yang dibawakan dalam drama musikal tersebut merupakan karya ciptaan Ongen sendiri. Ia mengaku terus mendukung perkembangan bakat anak-anak di bidang tarik suara, akting, modeling, hingga menari.
“Lagu-lagunya dari saya sendiri karena memang saya memproduksikan lagu-lagu anak-anak dan remaja. Saya tahu bakat mereka melebihi saya dalam bidang tarik suara, acting, model, ataupun menari,” ungkapnya.
Ke depan, OS Production berencana terus menghadirkan drama musikal dengan tema-tema positif yang dekat dengan kehidupan.
“Drama musikal akan terus berjalan karena saya pikir di Indonesia masih kurang. Banyak yang ambil tema luar seperti Disney, padahal kita juga harus membangun mental anak supaya berani dan tidak mudah menyerah saat dibully atau menghadapi masalah,” pungkas Ongen.
Sumber Foto: Istimewa
Baca Juga:
- One B JKT Festival 2026 Angkat Budaya Betawi Lewat Seni, Kuliner dan Runway
- Boy Group K-Pop Lngshot Akan Hadir Di Nba Rising Stars Invitational
- Pesanggrahan Berpijar Hadirkan Solusi Pengelolaan Minyak Jelantah Ramah Lingkungan
- House of Tugu Old Town Jakarta Luncurkan De Tiger, Destinasi Baru Pecinta Sejarah dan Kuliner
- WtE Jadi Program Strategis Nasional, Negara Serius Tangani Sampah

