Saat berbelanja  mudah untuk membedakan antara lemon dan jeruk nipis: kulit jeruk nipis berwarna hijau, sementara lemon berwarna kuning cerah.

 Namun di balik perbedaan warnanya, kedua jenis buah sitrus ini memiliki perbedaan kecil dalam hal kegunaan dan kandungan gizi. “Sebagai ahli gizi, saya sering ditanya apakah lemon lebih ‘sehat’ daripada jeruk nipis,” ujar pakar nutrisi dan kesehatan Michelle Losh. “Keduanya berasal dari keluarga sitrus yang sama dan memiliki profil gizi yang mirip. Pertanyaannya bukan mana yang lebih baik, melainkan mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan kesehatan Anda.”

Untuk membantu menentukan mana yang sebaiknya digunakan untuk menambah cita rasa makanan, para ahli gizi menjelaskan perbedaan keduanya dan kandungan nutrisi yang ditawarkan masing-masing.

Perbedaan Antara Lemon dan Jeruk Nipis

Ahli gizi terdaftar Janelle Bober, MS, RD menjelaskan dalam setiap 100 gram, lemon cenderung mengandung lebih banyak vitamin C, serta sedikit lebih tinggi folat, kalium, dan vitamin B6 dibandingkan jeruk nipis.

 “Tergantung pada asalnya, jeruk nipis kadang memiliki sedikit lebih banyak vitamin A dan mineral tertentu,” tambahnya. Asupan vitamin C yang lebih tinggi sangat bermanfaat dalam kondisi tertentu, seperti bagi ibu menyusui, orang dengan pola makan terbatas, atau penderita penyakit kronis. Vitamin C berperan penting dalam proses penyembuhan dan pemulihan tubuh, sehingga kelompok tersebut sebaiknya lebih sering mengonsumsi lemon daripada jeruk nipis. “Asam sitrat dalam lemon juga membantu menurunkan risiko batu ginjal, yang menjadi perhatian bagi sebagian orang,” kata Bober.

Sementara itu, menurut Losh, “Jeruk nipis berukuran sedikit lebih kecil, tetapi memiliki rasa yang lebih tajam dan asam.” Secara gizi, satu buah jeruk nipis mengandung sekitar 20–25 mg vitamin C serta campuran flavonoid yang menyehatkan.

 “Bagi mereka yang ingin mengontrol tekanan darah atau mengurangi konsumsi garam, perasan jeruk nipis bisa menjadi pengganti cerdas untuk menambah cita rasa sekaligus mendukung kesehatan jantung,” jelasnya.

Kandungan asam sitrat pada jeruk nipis juga sedikit lebih tinggi, sehingga lebih efektif untuk mencegah batu ginjal atau membantu penderita penyakit autoimun. Namun, karena lebih serbaguna, Losh menilai lemon tetap menjadi buah sitrus yang unggul karena bisa digunakan dalam berbagai makanan dan minuman.

Kapan Sebaiknya Mengonsumsi Lemon atau Jeruk Nipis

Untuk membantu menentukan waktu terbaik menikmati masing-masing buah, Losh memberikan panduannya:

* Untuk menjaga daya tahan tubuh dan hidrasi harian: Minumlah air lemon di pagi hari.

* Untuk masakan gurih atau bumbu marinasi: Gunakan jeruk nipis.

* Untuk kesehatan ginjal dan pencernaan: Rutin tambahkan perasan jeruk nipis.

* Untuk kesehatan kulit dan produksi kolagen: Pilih lemon karena mengandung sedikit lebih banyak vitamin C.

Losh menegaskan bahwa keduanya sama-sama bermanfaat. “Hal yang sering diabaikan orang adalah bahwa lemon dan jeruk nipis juga memberi kenikmatan sensorik,” ujarnya.

“Meski label nutrisi menunjukkan perbedaan kecil, manfaat sebenarnya terletak pada kebiasaan sehat yang terbentuk. Jika air lemon membuat Anda lebih banyak minum, itu sudah meningkatkan kesehatan. Jika jeruk nipis membuat sayuran terasa lebih lezat, itu juga merupakan keberhasilan yang penting.”

Sumber Foto: Lisa from Pexels / Pexels.com

Baca Juga: