Kepala BPOM Taruna Ikrar membuka kegiatan Wellness Festival (Wellfest) 2025, Sabtu (2/8). Mengusung tema “Elevate Your Well-Being”, Wellfest 2025 diselenggarakan sebagai bagian dari upaya nyata mendorong hadirnya produk wellness yang aman, bermutu, bermanfaat, dan berdaya saing. 

 “Wellfest 2025 dirancang untuk memberikan pengalaman wellness lifestyle holistic dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Tidak hanya menampilkan produk-produk wellness, juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat serta ruang kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong terciptanya ekosistem wellness di Indonesia,” tutur Taruna Ikrar pada opening speech-nya.

Tren positif ekonomi global di sektor wellness terlihat semakin meningkat. Tren ini terlihat sejak Pandemi COVID-19 yang mengubah cara pandang masyarakat dunia, termasuk Indonesia, terhadap kesehatan, gaya hidup, dan kesejahteraan secara menyeluruh. 

Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga daya tahan tubuh, kualitas hidup, dan pencegahan penyakit terus membaik. Hal ini membuka peluang bagi industri wellness nasional Indonesia yang memiliki kekayaan biodiversitas dengan lebih dari 30.000 jenis tanaman dan sumber alami lain yang potensial untuk dimanfaatkan dan dikembangkan oleh industri.

“Industri serta UMKM obat dan makanan di Indonesia saat ini tercatat tidak kurang dari 13.525 industri, di antaranya 237 industri obat, 168 industri obat bahan alam dan 1.043 UMKM obat bahan alam, 139 industri kosmetik dan 1.153 UMKM kosmetik, serta 990 industri pangan olahan dan 9.795 UMK pangan olahan. Kontribusi pasar obat dan makanan pada perekonomian nasional mencapai Rp6.000 triliun per tahun. Oleh karena itu, pengawasan aspek keamanan, manfaat/khasiat, dan mutu obat dan makanan yang dilaksanakan BPOM sangatlah penting,” tegas Taruna Ikrar.

Taruna Ikrar berkomitmen BPOM akan terus memperkuat dukungan terhadap UMKM, salah satunya melalui kolaborasi dengan industri obat dan makanan dalam Program Orang Tua Angkat (OTA) UMKM. 

“Kami mengapresiasi 4 industri kosmetik yang telah menandatangani komitmen menjadi OTA UMKM pada kesempatan ini. Dengan demikian, 10 industri kosmetik, 20 industri obat bahan alam, dan 26 industri pangan telah berkomitmen menjadi OTA UMKM. Kerja sama ini diharapkan terus meluas sehingga mendorong peningkatan daya saing produk UMKM, khususnya produk wellness, dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ucap Taruna lagi.

“Tren hidup sehat banyak anak muda yang “mosting” [mengunggah] kegiatan olahraga, lari, tennis, paddle, dan aktivitas lainnya mulai melirik makanan dan minuman yang sehat. Ini merupakan momentum bagi kita semua, terutama anak muda, yang aware terhadap kesehatan. Pastinya untuk obat dan makanan yang aman, kita bergantung kepada BPOM,” ucap  Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad dalam sambutannya. 

Raffi juga mengapresiasi tradisi minum jamu yang telah mendapat pengakuan global dari UNESCO sebagai warisan budaya tak benda pada 2023. Tentunya, pemerintah akan terus mendorong hilirisasi jamu, produk herbal, dan juga wellness tourism sebagai ekonomi baru. 

Taruna Ikrar memastikan BPOM akan memanfaatkan potensi dan peluang pengembangan industri wellness melalui kebijakan terintegrasi, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat memiliki peran masing-masing untuk menciptakan rantai demand maupun supply industri beauty dan wellness Indonesia.

“Wellfest 2025 diharapkan dapat memberikan dampak besar dalam peningkatan pemanfaatan obat bahan alam, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan. Selain itu, Wellfest 2025 dapat meningkatkan literasi masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatan dengan wellness lifestyle,” pungkas Taruna. 

Rangkaian Wellfest 2025 telah diselenggarakan pada 1–3 Agustus 2025 di Atrium Bintaro Jaya XChange Mall 2, Tangerang Selatan. 

Artikel ini juga dapat dibaca di Majalah Digital Kabari Edisi 217

Simak wawancara liputan Kabari dibawah ini