Kita semua tahu pentingnya minum air dalam jumlah cukup setiap hari. Namun, tidak semua orang menyadari bahwa kekurangan cairan dalam tubuh atau dehidrasi bisa hadir dengan gejala yang tidak selalu kentara seperti rasa haus ekstrem atau mulut kering. Sejumlah gejala halus sering kali diabaikan, padahal bisa mengganggu fokus, suasana hati, bahkan kesehatan kulit dan penglihatan.
Berikut enam tanda tak terduga dari dehidrasi ringan hingga sedang, menurut para ahli kesehatan:
1. Napas Tak Sedap
Jika belakangan napas Anda terasa kurang segar, bisa jadi penyebabnya bukan makanan, melainkan kurangnya asupan air. Studi yang dimuat dalam Journal of Oral Medicine and Pain menunjukkan bahwa kekurangan cairan menyebabkan produksi air liur menurun dan meningkatkan kadar gas penyebab bau mulut.
“Perhatikan tanda-tanda seperti bibir kering, air liur lengket, atau mulut kering. Ini sinyal tubuh butuh cairan segera,” jelas Dr. Annemarie Braun, dokter dari Praevivo Med, Jerman.
2. Penglihatan Kabur
Mata kering memang dikenal sebagai salah satu efek kurang minum air, tetapi penglihatan yang kabur juga bisa menjadi dampaknya. “Dehidrasi mengurangi produksi air mata dan melemahkan fokus cahaya di kornea,” kata Braun. Studi dalam jurnal Diagnostics menguatkan bahwa dehidrasi membuat komposisi air mata terganggu, sehingga menyebabkan penglihatan tidak jernih.
3. Kulit Kering dan Kusam
Kulit kering tak selalu berarti Anda butuh pelembap. Bisa jadi tubuh Anda kekurangan cairan. “Jika kulit Anda terlihat bersisik atau terasa kaku, kemungkinan Anda kurang minum air,” ujar Kaytee Hadley, pakar nutrisi dan pendiri Holistic Health and Wellness. Untuk mengeceknya, Anda bisa mencoba uji turgor kulit dengan mencubit ringan kulit di punggung tangan—jika lambat kembali, itu bisa jadi tanda dehidrasi.
4. Sulit Fokus dan Suasana Hati Menurun
Dehidrasi ringan bisa berdampak besar pada konsentrasi dan emosi. Dalam sebuah studi di Journal of Nutrition, perempuan yang hanya mengalami dehidrasi 1,36% saja sudah mengalami kelelahan, mudah tersinggung, dan kesulitan berkonsentrasi.
“Ini adalah gejala paling umum yang saya lihat pada pasien,” kata Hadley. “Kekurangan cairan menurunkan volume darah ke otak, menyebabkan kelelahan mental.”
5. Sembelit
Air sangat penting untuk mendukung kerja serat dalam menjaga sistem pencernaan. Hadley menjelaskan bahwa air membantu makanan bergerak di saluran pencernaan dan menjaga feses tetap lunak. Studi dalam Nutrition Reviews juga menyebutkan bahwa konsumsi air yang rendah meningkatkan risiko sembelit, terutama pada lansia.
6. Sakit Kepala
Sakit kepala sering kali muncul sebagai sinyal awal tubuh kekurangan cairan, bahkan tanpa aktivitas berat atau paparan panas. Braun menyarankan untuk segera minum air, atau bagi orang dewasa yang toleran terhadap kafein, bisa mencoba espresso kecil dengan lemon. Namun, untuk anak-anak atau yang tidak boleh konsumsi kafein, air putih tetap pilihan terbaik.
Jika Anda merasa pusing, mudah lelah, atau terlalu panas, hentikan aktivitas dan rehidrasi secara perlahan. Dr. Braun menekankan agar tidak minum air terlalu banyak sekaligus karena bisa mengganggu keseimbangan elektrolit.
“Untuk dehidrasi ringan, air putih biasanya cukup. Namun dalam kasus berat, tambahkan sejumput garam laut dan sedikit perasan lemon untuk menggantikan elektrolit yang hilang,” tutupnya.
Sumber Foto: Pixabay / Pexels.com
Baca Juga:
- Artscience Museum Dan Oceanx Mengajak Pengunjung Menjelajahi Dunia Bawah Laut Luar Biasa Yang Jarang Terlihat Oleh Manusia
- La Maison De L’Indonésie Perkuat Diplomasi Ekonomi ASEAN Lewat Kunjungan ke Rungis Market Paris
- Akselerasi Digitalisasi UMKM Banjarmasin Lewat Program Kota Masa Depan
- Grab Luncurkan Corporate Dine Out, Urusan Jamuan Makan Kantor Kini Bebas Reimburse!
- 17 Tahun Kemudian, Slank Kembali Mengoyang Panggung Java Jazz

