Sulastri Rafi memulai langkahnya di dunia fashion sejak tahun 2000. Berawal dari produksi kecil-kecilan dengan modal pengalaman dan semangat belajar, ia perlahan menapaki jalan hingga berhasil mendirikan brand Parahyangan Gallery.
Kecintaan Sulastri terhadap fashion sudah muncul sejak kecil. Baginya, busana bukan hanya sekadar pakaian, tetapi juga cara untuk membuat perempuan tampil anggun dan percaya diri. Dari situlah ia merasa terpanggil untuk menuangkan mimpinya lewat karya-karya desain.

Meski awalnya belajar secara otodidak melalui riset tren dan pengalaman produksi, Sulastri tidak berhenti di situ. Saat ini ia juga menempuh pendidikan formal di bidang desain untuk semakin memperdalam keterampilan serta pengetahuannya di industri fashion.
Dalam hal pemasaran, Parahyangan Gallery aktif berpartisipasi di berbagai event fashion, mulai dari bazar di pusat perbelanjaan hingga pameran besar nasional seperti Indonesia Fashion Week (IFW), MUFFEST, INACRAFT, hingga KBN. Promosi digital pun terus digencarkan melalui media sosial untuk menjangkau audiens lebih luas.
Butik Parahyangan Gallery sendiri berlokasi di Jl. Masjid Al-Ikhlas No.94, Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Tidak hanya melayani pembelian langsung, Sulastri juga membuka pemesanan online untuk pelanggan dari seluruh Indonesia bahkan luar negeri.

Keikutsertaan Parahyangan Gallery di berbagai event, seperti AIFA, IFW, INACRAFT, MUFFEST, RRW, Hijab Expo, dan Trend Hijab Ramadhan menjadi pengalaman berharga sekaligus sarana promosi. Beberapa publik figur pun telah mengenakan karya Parahyangan, di antaranya Paramitha Rusadi, Oki Agustina, Vebby Palwinta, serta YouTuber Adinda Amira.
Tentu perjalanan ini tidak lepas dari suka dan duka. Rasa bahagia hadir saat melihat pelanggan puas dengan hasil karyanya atau ketika tampil di ajang besar. Namun, tantangan seperti kendala produksi, deadline ketat, hingga fluktuasi tren pasar juga kerap ditemui.

Menurut Sulastri, tantangan terbesar justru terletak pada menjaga kualitas dan orisinalitas di tengah perubahan tren yang begitu cepat. Selain itu, konsistensi tim dan produksi juga menjadi faktor penting yang harus dijaga agar brand tetap solid.
Untuk mempertahankan eksistensi, Sulastri berpegang pada prinsip inovasi dan adaptasi. Ia selalu berusaha membaca kebutuhan pasar tanpa meninggalkan ciri khas Parahyangan Gallery. Menjalin hubungan baik dengan pelanggan, aktif di berbagai platform, dan terus tampil di event fashion menjadi strategi agar brand tetap dikenal dan dipercaya.
Simak wawancara Kabari bersama Sulastri Rafi dibawah ini
Artikel ini juga dapat dibaca di Majalah Digital Kabari Edisi 217

