Wakil Ketua Komisi VII DPR Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyatakan mundur sebagai anggota DPR RI. Hal tersebut disampaikan Saraswati melalui unggahannya di akun Instagram @rahayusaraswati, Rabu (10/9).

“Saya menyatakan pengunduran diri saya sebagai anggota DPR RI kepada fraksi Partai Gerindra,” kata Sara, panggilan akrabnya.

Sara menyatakan mundurnya terkait pernyataannya di podcast YouTube Antara TV ‘On The Record’ yang menuai sorotan publik.

Terkait pengunduran diri Sara sebagai wakil rakyat, direspon oleh Dr. Kun Wardana Abyoto, tokoh gerakan independen, dan pakar fisika kuantum dan AI, yang menyayangkan keputusan tersebut.

“Keputusan tersebut patut disayangkan, karena pekerja, rakyat, dan generasi muda mengenal beliau sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan penghentian praktik perdagangan manusia, peningkatan harkat martabat keluarga, perempuan, dan anak-anak, serta menginspirasi kaum muda untuk berani memimpin,” terang dalam keterangan tertulis, Kamis, 11 September 2025.

Dalam pandangan Kun Wardhana, Rahayu Saraswati adalah figur harapan rakyat, penuh dengan inisiatif mandiri untuk membangun wirausahawan muda yang patriotik dan mandiri di seluruh Indonesia. “Walaupun tidak lagi berada di kursi parlemen, Sara telah menjadi simbol perjuangan rakyat. Pesannya untuk menjadikan rakyat sebagai wirausahawan sejati sangat relevan dengan kondisi bangsa, meski dipelintir oleh segelintir pihak yang sempit pandangannya,” ungkap Kun Wardhana.

Dengan mundurnya Rahayu Saraswati, Kun Wardhana menegaskan bahwa Indonesia menghadapi krisis kepemimpinan yang bersih dan berintegritas.

“Karena itu, melalui momentum ini, saya menyerukan Gerakan Produktivitas Seluruh Indonesia dengan Trisula Makna,” katanya.

Pertama, menggerakkan kekuatan pekerja untuk melahirkan 1 juta wirausahawan patriotik dengan dukungan AI berkesadaran dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Kedua, melawan segala bentuk politik transaksional, biaya politik tinggi, dan perilaku wakil rakyat yang lebih sibuk mempertontonkan kekayaan daripada mengabdi.

Ketiga, mendorong lahirnya 10.000 negarawan muda yang siap tampil dalam Pemilu 2029 melalui jalur independen.

“Kepada pemuda, pemudi, dan pelajar di seluruh Indonesia, inilah saatnya kita bersatu. Jangan takut untuk bermimpi besar, berani berinovasi, dan menjaga nurani tetap bersih. Seperti Ibu Sara yang kini kembali bersama rakyat, kalian yang akan melanjutkan estafet perjuangan menuju Indonesia yang lebih adil, mandiri, dan bermartabat,” kata Kun Wardhana bersemangat.

“Mari kita songsong masa depan dengan keberanian, dengan semangat kerja nyata, dan dengan tekad untuk menolak politik kotor yang merugikan bangsa,” pungkasnya.

Sumber Foto: Istimewa

Baca Juga: